BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026

Menghadapi Krisis, Boeing Berupaya Kumpulkan Rp 233 T Melalui Saham dan Obligasi

ED
Jumat, 18 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Bagikan
Menghadapi Krisis, Boeing Berupaya Kumpulkan Rp 233 T Melalui Saham dan Obligasi
VISI.NEWS | AMERIKA - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, hampir memperoleh dana sebesar US$ 15 miliar atau sekitar Rp 233 triliun (dengan kurs Rp 15.569) melalui penerbitan saham biasa dan obligasi wajib konversi. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah krisis yang semakin parah akibat pemogokan kerja. Boeing baru-baru ini mengajukan dokumen kepada otoritas pasar modal di AS untuk mengumpulkan dana hingga US$ 25 miliar. Pengumpulan dana ini melalui penawaran saham dan utang dengan mempertaruhkan peringkat kredit investasinya. Namun, jumlah sebesar US$ 15 miliar mungkin tidak cukup untuk mengatasi krisis yang sedang dialami perusahaan. Di samping itu, Boeing juga sedang mempertimbangkan transaksi keuangan terstruktur untuk mendapatkan hingga US$ 5 miliar. Namun, pihak Boeing belum memberikan tanggapan mengenai rencana tersebut. Perusahaan penerbangan ini telah menghadapi berbagai masalah, mulai dari peningkatan pengawasan oleh regulator, pembatasan produksi, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan yang dipicu oleh tragedi pesawat 737 MAX. Boeing telah menghabiskan dana yang cukup besar sepanjang tahun dan kini mengumumkan rencananya untuk mengumpulkan dana melalui pasar modal. Selain itu, mereka juga telah menandatangani perjanjian kredit senilai US$ 10 miliar dengan konsorsium bank-bank besar AS, termasuk Bank of America, Citibank, Goldman Sachs, dan JPMorgan. Empat sumber dari kalangan investor dan perbankan melaporkan bahwa perwakilan dari pemberi pinjaman tersebut sedang menilai minat terhadap penawaran gabungan saham baru dan obligasi konversi wajib, yang merupakan obligasi hibrida yang bisa dialihkan menjadi ekuitas pada tanggal tertentu. Sekitar US$ 10 miliar berupa saham baru sedang dipertimbangkan untuk dijual, serta hampir US$ 5 miliar dalam bentuk obligasi konversi wajib.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.