Mengenal 'Pandu': Mobil Taktis Listrik Buatan Anak Bangsa dari PT Pindad
VISI.NEWS | BANDUNG — PT Pindad kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai perusahaan pertahanan dan industri strategis nasional dengan meluncurkan inovasi terbarunya: 'Pandu', kendaraan taktis listrik pertama buatan anak bangsa. Kendaraan ini resmi diperkenalkan dalam ajang pameran pertahanan baru-baru ini dan langsung mencuri perhatian berkat desain futuristik dan teknologi ramah lingkungan yang diusungnya.
Nama lengkap kendaraan ini adalah Derail Pandu’, yang merupakan akronim dari “Electric Rantis All Terrain Light”. Sementara kata “Pandu’” sendiri dalam bahasa Indonesia berarti penuntun, mencerminkan perannya sebagai pelopor transformasi kendaraan taktis menuju era elektrifikasi dan keberlanjutan.
Derail Pandu’ dirancang untuk menghadapi medan berat dengan tetap mempertahankan kecepatan dan kelincahan. Mengandalkan motor listrik berkekuatan tinggi dan baterai lithium-ion, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian penuh, dengan kecepatan maksimum mencapai 120 kilometer per jam.
Tidak hanya mengandalkan tenaga listrik yang senyap dan bebas emisi, Pandu’ juga dibekali struktur bodi berstandar militer yang tahan terhadap guncangan dan berbagai kondisi ekstrim. Suspensinya dirancang khusus agar tetap stabil dan nyaman saat melintasi medan berbatu, berlumpur, hingga medan berpasir.
Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, menegaskan bahwa peluncuran Pandu’ merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa industri pertahanan Indonesia mampu berinovasi sekaligus berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Pandu’ tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan militer, namun juga dapat digunakan dalam misi kemanusiaan seperti evakuasi bencana, patroli perbatasan, hingga pengiriman logistik ke wilayah-wilayah terpencil. Desain modularnya memungkinkan kendaraan ini untuk disesuaikan dengan kebutuhan berbagai instansi.
Kecanggihan Pandu’ tak berhenti di sektor mesin. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi digital, GPS, panel kendali terintegrasi, sistem komunikasi taktis, serta kemampuan integrasi dengan perangkat drone. Hal ini menjadikannya salah satu kendaraan taktis paling canggih di kawasan Asia Tenggara.
Peluncuran kendaraan ini menjadi tonggak penting bagi PT Pindad dalam perjalanan menuju kemandirian industri pertahanan nasional. Dengan dukungan pemerintah dan mitra strategis, kendaraan ini diharapkan segera memasuki tahap produksi massal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.
Kehadiran Pandu’ menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) secara mandiri, namun juga mampu memimpin dalam inovasi kendaraan militer berbasis energi bersih yang relevan dengan tantangan zaman.
Dengan Pandu’, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak hanya kuat dalam pertahanan, tetapi juga berkomitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan dan penuh inovasi.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!