Mengenal KH Muhammad Ishaq, Ulama Pejuang dari Garut
Karena hasil perundingan Renville tersebut, SM Kartosoewiryo kecewa berat terhadap pemerintah pusat Indonesia, sehingga ia melampiaskan dengan cara mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Sedangkan di Jawa Barat dikenal dengan "Gerombolan".
Karena dalam masa pengungsian pada tahun 1949, tujuh santri Pesantren Fauzan dibantai oleh kelompok DI/TII dan pondok pesantren Fauzan dibakar, akibat hal tersebut, selain santri yang menjadi korban nyawa, banyak karya-karya syaikhuna Fauzan yang habis karena ikut terbakar di dalamnya.
Tidak lama dari kejadian tersebut, Aceng Sasa wafat pada hari Selasa, tanggal 24 Muharram 1369 H atau 15 November 1949 M. Ia wafat pada usia yang sangat muda, yakni pada usia 32 Tahun. Karena pada masa pengungsian, Aceng Sasa dimakamkan di komplek pemakaman Kaum belakang masjid Agung Garut Bersama penghulu Garut terdahulu yang Bernama KH Moehammad Moesa.
@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!