Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026

Mengenal KH Muhammad Ishaq, Ulama Pejuang dari Garut

ED
Sabtu, 27 April 2024 | 08:41 WIB
Bagikan
Mengenal KH Muhammad Ishaq, Ulama Pejuang dari Garut

Sebagai putra dari seorang kiai, dia pun memiliki semangat yang sangat besar dalam mencari ilmu. Sehingga Ia melanjutkan pengembaraan ilmu ke beberapa pesantren, diantaranya ke Pondok Pesantren Galumpit, kemudian melanjutkan Pendidikan kepada KH. Ahmad Syatibi atau dikenal dengan Mama Gentur – Cianjur.

Setelah selesai dari Gentur, Aceng Sasa melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Pesantren Pajaten, Sirnarasa-Cirebon asuhan KH Hasan Hariri putra dari KH Muhammad Zen. Pada usia 18 tahun, Aceng Sasa tidak langsung memimpin pesantren. Namun dalam dua tahun sebelum memimpin pesantren, Aceng Sasa sering melakukan kunjungan ke kampung-kampung khususnya masyarakat sekitar untuk merangkul mereka, khususnya masyarakat yang masih sering melakukan kemaksiatan, sehingga dirinya terkenal dekat dengan para preman dan jawara.

Saat ia memimpin pesantren, putra dari masyarakat yang sering dikunjungi oleh Aceng Sasa tersebut dipondokkan di Pesantren Fauzan. Aceng Sasa memiliki dua istri, istri pertamanya yang bernama Hj Jubaedah binti KH Harmaen memiliki dua putra, yakni KH Aceng Umar Ishaq dan Nyimas Jojoh. Sedangkan dari keduanya yang Bernama Hj Asiah dikaruniai putri bernama Nyimas Kokoy.

Aceng Sasa merupakan tokoh ulama yang sangat disegani dan dihormati oleh semua kalangan masyarakat, terutama para jawara yang ada di Garut, karena Aceng Sasa merupakan ulama sekaligus juga pendekar silat di tatar Sunda khususnya di daerah Garut. Selain itu, Aceng Sasa juga merupakan diplomat yang ulung, dimana saat masa penjajahan Belanda, Aceng Sasa banyak melakukan advokasi untuk kepentingan masyarakat, di sisi lain ia menggagalkan beberapa penyerangan yang hendak dilakukan oleh Belanda oleh pasukannya tanpa diketahui oleh Belanda.

Kemudian pada masa penjajahan Jepang, ia kembali melakukan advokasi kepada pemerintahan Jepang agar tidak mengganggu kegiatan di pesantren. Sampai ada dua prajurit Jepang yang masuk islam dan menjadi santri Fauzan. Bahkan kedua prajurit Jepang tersebut menjadi warga Negara Indonesia dan mereka tinggal di Bandung sampai wafat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.