Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026

Mengenal KH Muhammad Ishaq, Ulama Pejuang dari Garut

ED
Sabtu, 27 April 2024 | 08:41 WIB
Bagikan
Mengenal KH Muhammad Ishaq, Ulama Pejuang dari Garut

Perjuangan Pasca Kemerdekaan Indonesia

Sejak Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, kondisi Indonesia belum stabil karena banyaknya para pemberontak yang menjadi antek-antek Belanda. Sebagai pejuang kemerdekaan, ia mendirikan Perkumpulan Daf'oesial pada 5 Januari 1946 untuk menjaga kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan dokumen Dewan Pertimbangan Agoeng (DPA) yang ditulis oleh ketua DPA R.A.A Wiranatakusuma yang ditulis pada 5 September 1946, jumlah anggota Daf'oesial pada saat itu mencapai 130.000 Orang. Untuk mendapatkan legalitas atau pengakuan Daf'oesial dari pemerintah Indonesia yang belum lama berdiri. Aceng Sasa dan 20 santrinya berangkat pada tanggal 18 Agustus 1946 untuk menemui Paduka Jang Moelia (PJM) Presiden Ir. Soekarno yang ketika itu sedang berada di Yogyakarta.

Beliau berangkat kesana dengan alasan untuk meminta pengesahan organisasi yang dibentuknya sebagai legal formal dalam menjalankan roda organisasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama ikut andil dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ketika Aceng Sasa mendiskusikan banyak hal dengan Bung Karno, Aceng Sasa diminta untuk menjadi Imam Besar (Menteri pertahanan) bagi seluruh Prajurit atau Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa itu. Namun Aceng Sasa tidak menerima tawaran tersebut dan lebih memilih untuk tetap mendidik santri dan mengayomi masyarakat di Pesantren Fauzan.

Karena kepercayaan Bung Karno tersebut, sepulang dari Yogyakarta, satu kompi tentara dititipkan kepada Aceng Sasa untuk dididik di Pesantren Fauzan. Dimana pada siang hari mereka ikut ngaji, dan malam harinya mereka bergerilya menyerang pasukan para pemberontak.

Sebelum ada NU masuk ke Garut, Aceng Sasa pernah masuk kedalam Majelis Syuriah Muslim Indonesia (Masyumi), namun ketika mencium banyaknya pengurus yang bertentangan dengan haluan islam Ahlussunnah Waljama'ah, hal tersebut menjadikan alasan dirinya keluar dari Masyumi.

Mengingat hasil perundingan Renville, Wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Akibat kondisi tersebut, Aceng Sasa dan Pasukan Daf'oesial pergi ke Jawa Tengah karena belanda meminta pemerintah Indonesia menarik mundur tentara yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.