Mengenal Gunung Krakatau dan Anak Krakatau, Apa Bedanya?
Gunung Anak Krakatau./visi.news/disway.
Kaldera Krakatau berukuran sekitar 6 kilometer. Pada awal 1928, aktivitas vulkanik dan seismik bawah laut di kawasan Krakatau terus berlangsung hingga memunculkan gunung kecil.
Gunung kecil tersebut muncul di tengah kaldera pada Juni 1930 dan kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.
Dikutip dari laman ESDM, Gunung Anak Krakatau menyemburkan material vulkanik dalam jumlah besar setiap tahun selama satu dekade. Aktivitas tersebut membuat ketinggiannya bertambah sekitar 15 meter per tahun hingga mencapai sekitar 300 meter di atas permukaan laut.
Pada 2018, letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami yang menerjang pesisir Jawa dan Sumatera. Peristiwa tersebut menyebabkan 426 orang meninggal dunia dan 7.202 orang lainnya terluka.
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Jumat (4/9/2026).
Lokasi Gunung Krakatau dan Anak Krakatau
Gunung Krakatau dan Gunung Anak Krakatau berada di kawasan kepulauan vulkanik yang sama di Selat Sunda.
Kawasan Krakatau saat ini terdiri dari beberapa pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau berada di dalam kaldera yang memisahkan Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!