Mengenal Gunung Krakatau dan Anak Krakatau, Apa Bedanya?
Gunung Anak Krakatau./visi.news/disway.
Gunung tersebut disebut Gunung Krakatau Purba. Tingginya diperkirakan mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut dengan lingkaran pantai sekitar 11 kilometer.
Gunung Krakatau Purba diperkirakan meletus pada 535 Masehi sebagaimana ditulis dalam kitab pedalangan Pustaka Raja Purwa.
Dikutip dari laman ESDM, pakar geologi Berend George Escher dan sejumlah ahli lainnya berpendapat letusan tersebut menyebabkan tiga perempat bagian Gunung Krakatau Purba hancur dan menyisakan kaldera di Selat Sunda.
Tepi kaldera tersebut kemudian dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang atau Rakata Kecil, dan Pulau Sertung.
Di Pulau Rakata kemudian muncul Gunung Krakatau akibat aktivitas vulkanik dari dalam bumi. Dua gunung api lainnya juga muncul dari tengah kawah, yakni Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan.
Ketiga gunung api tersebut kemudian menyatu dan dikenal sebagai Gunung Krakatau.
Sejarah Gunung Anak Krakatau
Pada 1883, Gunung Krakatau mengalami letusan dahsyat yang memicu tsunami setinggi sekitar 35-40 meter. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 36.000 orang di kota-kota pesisir terdekat Jawa dan Sumatera meninggal dunia.
Letusan tersebut menghancurkan sebagian besar tubuh Gunung Krakatau hingga membentuk kaldera atau cekungan vulkanik berukuran besar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!