Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Mengenal Cak Mamat Seniman Karawitan dari Sanggar Karawitan Klapa Jajar Cirebon

ED
Senin, 10 Juni 2024 | 05:20 WIB
Bagikan
Mengenal Cak Mamat Seniman Karawitan dari Sanggar Karawitan Klapa Jajar Cirebon

Adapun sanggar ini berada di antara Pasar Kanoman, dan Kraton Kesultanan Kanoman, tepatnya di belakang Masjid Pusaka Kraton Kanoman.

Beralamat di daerah Kanoman Utara No. 21 di Rt 02/ Rw 10, Kelurahan Pekalipan Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, dan dari Sanggar Klapa Jajar inilah para generasi muda Kota Cirebon dan sekitarnya, terus mendapat pembinaan dari Cak Mamat dengan semangat pewarisan seni dan budayanya di bidang karawitan.

Sanggar Klapa Jajar sendiri berdiri pada tahun 70 dan sekarang sudah berada di tangan Cak Mamat, generasi kedua, yang konsisten terus memegang warisan orang tuanya untuk mengajarkan seni karawitan pada generasi berikutnya di Kota Cirebon.

Tepatnya pada 6 agustus 1970 Sanggar Klapa Jajar ini berdiri, dan pendiri dari Sanggar Klapa Jajar adalah seorang gegeden Kraton Kanoman, yakni Pangeran Agus Joni, yang termasuk trah keturunan Keraton Kesultanan Kanoman, ayahandanya Cak Mamat.

Dari pernikahannya, Cak Mamat sendiri dikarunia tiga putra, yakni, Ratu Riana Sopiah Yasmin alumni UPI Bandung Jurusan Tari, yang ke dua Ratu Kurnia Dwi Putri Ayu yang sekarang masih mengambil prodi tari di semester akhir di UPI, dan yang ketiga seorang anak laki-laki bernama Zulkarnaen, yang sekarang tengah duduk di semester 4 di ISI Solo, mengambil prodi karawitan.

Sebagai seorang pewaris seni tradisi tentu dalam pengelolaan sanggar tradisi tidaklah mudah. Ada suka dan duka sebagai sosok pelanjut sanggar yang diwariskan.

"Saya ini hanya melanjutkan saja, suka duka mengurus sanggar banyak, terutama di masalah fasilitas untuk pagelaran, di Cirebon ini kita masih kurang, dan belum banyak tempat untuk dijadikan lokasi mengapresiasi pertunjukan seni tradisi kita di sini," ujar Cak Mamat.

"Di tambah pemerintah daerah pun, dan masyarakatnya, masih kurang dalam mengapresiasi dan mendukung peran sanggar sanggar seni yang ada.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.