Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Mengejutkan! Fraksi Gerindra DPRD Pati Ikut Makzulkan Bupati Sudewo

ED
Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:20 WIB
Bagikan
Mengejutkan! Fraksi Gerindra DPRD Pati Ikut Makzulkan Bupati Sudewo
VISI.NEWS | PATI Suasana politik di Kabupaten Pati mendadak memanas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati secara mengejutkan menggelar Sidang Paripurna pada Selasa, 13 Agustus 2025, dengan agenda utama pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Keputusan ini diambil secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRD, termasuk partai pengusung Sudewo sendiri, Gerindra. “Ini demi menyelamatkan demokrasi lokal dan merespons luka yang dirasakan masyarakat,” tegas salah satu pimpinan DPRD dalam sidang yang berlangsung panas namun penuh sorak tanda setuju. Partai-partai seperti PDIP, PPP, PKB, PKS, Demokrat, hingga Golkar menyatakan dukungan bulat terhadap langkah tersebut. Uniknya, undangan Sidang Paripurna baru disebar pada hari yang sama, menandakan bahwa situasi darurat menjadi pendorong utama dilakukannya rapat mendadak tersebut. Beberapa sumber menyebut, keputusan ini merupakan respons langsung atas tekanan masyarakat yang sudah tak terbendung. “Kita dari PDIP menerima aspirasi masyarakat. Ini bukan keputusan mudah, tapi harus diambil demi kepentingan rakyat,” ungkap Danu Iksan, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati, di sela-sela sidang. Ia menambahkan bahwa partainya telah menerima banyak aduan dari warga yang kecewa terhadap kepemimpinan Sudewo. Langkah DPRD ini berjarak hanya beberapa jam dari demo besar-besaran yang terjadi di depan kantor Bupati Pati. Dalam kerusuhan tersebut, massa membakar satu unit mobil polisi, merobohkan gerbang kantor, dan memecahkan kaca jendela gedung. Polisi sempat kewalahan hingga harus menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Pihak kepolisian menduga bahwa aksi massa telah disusupi kelompok anarko yang memanfaatkan situasi untuk membuat kekacauan. Namun, sejumlah tokoh masyarakat menyebut aksi itu murni akibat akumulasi kemarahan warga terhadap kepemimpinan Bupati Sudewo yang dinilai otoriter dan anti-kritik. Meski belum ada pernyataan resmi dari Sudewo, beberapa pendukungnya menyebut langkah DPRD sebagai kudeta politik yang tidak menghormati proses hukum. Mereka mendesak agar Mahkamah Agung atau Mendagri turun tangan mengkaji keputusan tersebut. Situasi Kabupaten Pati kini berada dalam status siaga. Aparat kepolisian dan TNI disiagakan untuk mengamankan jalannya proses politik berikutnya, termasuk rapat Pansus yang akan menentukan nasib akhir Sudewo sebagai Bupati Pati. Masyarakat pun menanti: apakah pemakzulan ini akan berujung pada pergantian kekuasaan yang damai, atau justru memicu babak baru gejolak sosial-politik di Kabupaten Pati. Yang pasti, sejarah baru tengah ditulis di bumi Mina Tani. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.