Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mengapa Ingin Buang Air Besar Setelah Makan? Ini Penjelasannya

Desi Rossilawati
Rabu, 26 Februari 2025 | 00:10 WIB
Bagikan
Mengapa Ingin Buang Air Besar Setelah Makan? Ini Penjelasannya
VISI.NEWS | BANDUNG - Pernahkah Anda merasa ingin buang air besar di tengah atau setelah makan? Kondisi ini disebut refleks gastrokolik, yaitu respons alami tubuh yang memicu gerakan usus besar segera setelah makanan masuk ke lambung. Menurut ahli gastroenterologi David Kunkel, refleks ini berfungsi untuk memberikan ruang bagi makanan baru yang dicerna. Meski muncul dalam hitungan menit setelah makan, makanan yang baru dikonsumsi bukanlah yang langsung dikeluarkan. Sebaliknya, dorongan buang air besar terjadi karena kontraksi usus yang menggerakkan sisa makanan lama ke rektum. Intensitas refleks gastrokolik bervariasi pada setiap orang. Jika respons ini terasa berlebihan dan mengganggu, ada beberapa cara untuk mengendalikannya:

1. Kurangi Konsumsi Kopi

Kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, dapat merangsang usus besar dan memicu keinginan BAB dalam waktu singkat setelah diminum.

2. Makan dengan Porsi Kecil

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat meningkatkan peregangan lambung, sehingga memperkuat refleks gastrokolik. Solusinya adalah membagi porsi makan menjadi lebih kecil dan lebih sering.

3. Batasi Makanan Tinggi Lemak

Makanan berlemak tinggi memperlambat proses pencernaan, sehingga memperkuat sinyal ke usus besar untuk segera mengeluarkan sisa makanan lama.

4. Konsultasi dengan Dokter

Jika refleks gastrokolik terasa sangat mengganggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah ada kondisi medis lain, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS). Dengan memahami refleks gastrokolik, Anda dapat mengelola pola makan dan kebiasaan sehari-hari agar tidak terganggu oleh dorongan buang air besar setelah makan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.