Mengapa Hari Pramuka Diperingati Setiap 14 Agustus?
Ilustrasi para peserta mengikuti upacara Hari Pramuka./visi.news/ai.
Presiden Soekarno kemudian mengumpulkan para tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan. Dari proses tersebut muncul gagasan untuk melebur berbagai organisasi kepanduan ke dalam satu wadah bernama Gerakan Pramuka.
Sejumlah tokoh terlibat dalam proses pembentukan tersebut, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prijono, Azis Saleh, Achmadi, dan Muljadi Djojo Martono.
Upaya menyatukan organisasi kepanduan tersebut kemudian menghasilkan sejumlah tonggak penting pada 1961.
9 Maret 1961: Hari Tunas Gerakan Pramuka
Rangkaian sejarah lahirnya Gerakan Pramuka dimulai pada 9 Maret 1961. Pada tanggal tersebut, nama Pramuka mulai diresmikan. Momentum ini kemudian dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.
Langkah tersebut menjadi bagian awal pembentukan Gerakan Pramuka sebagai wadah tunggal pendidikan kepanduan di Indonesia. Nama Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang secara umum dimaknai sebagai orang muda yang suka berkarya.
20 Mei 1961: Keppres Nomor 238 Tahun 1961
Tonggak berikutnya terjadi pada 20 Mei 1961 melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Keppres tersebut menjadi salah satu dasar hukum penting dalam pembentukan Gerakan Pramuka. Database peraturan Badan Pemeriksa Keuangan mencatat Keppres Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka berlaku sejak 20 Mei 1961.
Melalui kebijakan tersebut, Gerakan Pramuka ditetapkan sebagai wadah gerakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga mencatat Keppres tersebut sebagai bagian penting dari proses penyatuan organisasi kepanduan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!