Menenun Identitas, Menggores Harapan: Batik Citengah Sumedang Kian Kompetitif
VISI.NEWS | BANDUNG - Desa Citengah di Kabupaten Sumedang kembali menegaskan identitas budayanya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internasional bertajuk 'Diversifikasi Ikonik Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik untuk Peningkatan Daya Saing Batik Lokal dan Penguatan Desa Wisata'. Program kolaboratif ini menjadi langkah strategis dalam mengangkat potensi lokal ke ranah global melalui inovasi desain batik berbasis kearifan lokal.
Desa Citengah yang terletak di wilayah Sumedang kembali menjadi pusat perhatian melalui pelaksanaan PPM Internasional yang merupakan bagian dari program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Program – World Class University (EQUITY-WCU) Universitas Padjadjaran.
Kegiatan ini bertujuan menjembatani tradisi dan inovasi dengan menggali simbol budaya, lanskap alam, serta nilai-nilai sosial masyarakat Citengah untuk diterjemahkan ke dalam motif batik yang lebih variatif, kontemporer, dan kompetitif. Melalui pendekatan berbasis riset budaya, para perajin batik mendapatkan pendampingan intensif dan pelatihan kreatif untuk mengembangkan diversifikasi motif tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.
Diskusi partisipatif dan lokakarya desain menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, desainer, dan masyarakat. Dari proses tersebut lahir berbagai motif baru yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memuat narasi visual tentang alam, kehidupan sosial, serta identitas Desa Citengah.
Ketua Tim PPM FIB UNPAD, Taufik Ampera, menegaskan bahwa pengembangan desain berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting dalam meningkatkan daya saing batik di tengah dinamika industri kreatif.
“Batik bukan hanya produk ekonomi, tetapi juga media representasi identitas. Ketika motif lahir dari akar budaya sendiri, maka ia memiliki kekuatan cerita yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Melalui diversifikasi ini, batik Citengah diharapkan mampu memperluas segmentasi pasar, memperkuat branding lokal, serta meningkatkan nilai tambah produk. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian budaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!