Menembus Sungai Terbesar di Dunia, Pemuda Adat Indonesia Tuntut Keadilan Iklim di COP 30

ED
Kamis, 13 November 2025 | 20:49 WIB
Bagikan
Menembus Sungai Terbesar di Dunia, Pemuda Adat Indonesia Tuntut Keadilan Iklim di COP 30

“Saat kegiatan Global Youth Forum di Bali pada Agustus lalu, kami sudah menyusun tuntutan tersebut bersama-sama. Jadi, suara ini berangkat dari Bali menuju COP 30,” sambung Hero, menyebutkan bahwa bahasa menjadi kendala utama dalam berkomunikasi di sana.

Hadapi Tantangan Serupa Dalam perjalanan dari Santarem menuju Belem, kapal sempat singgah di komunitas masyarakat adat Novo Carão. Dari titik merapatnya Yaku Mama Amazon Flotilla, Hero masih harus naik kapal dua kali lagi, lalu berjalan kaki sekitar 30 menit menuju area pedalaman. Hero bercerita, akses jalan menuju ke komunitas adat Novo Carão terbilang sulit.

“Kurang lebih sama dengan di Indonesia. Tak hanya terkait jalan, masalah lain yang dihadapi komunitas Masyarakat Adat di sini juga serupa. Mereka mengalami perampasan wilayah adat, dikriminalisasi saat membakar hutan untuk berladang. Meski anggota komunitasnya hanya sedikit, mereka yang tetap bertahan untuk memperjuangkan wilayah adatnya,” kata Hero, menyebutkan bahwa Novo Carão terbilang sangat sepi dengan beberapa orang penduduk saja.

Saat bertukar pengetahuan, Hero bercerita tentang salah satu kasus yang dialami oleh Masyarakat Adat di Indonesia, seperti masyarakat adat Talang Mamak, yang tinggal di aliran sungai Indragiri Hulu, Riau. Mereka punya tradisi membakar hutan untuk berkebun dan berladang. Praktik ini didasari oleh pengetahuan leluhur Masyarakat Adat Talang Mamak tentang cara membakar hutan sesuai dengan kebutuhan, tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Di sisi lain, membakar hutan tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan hukum. Rupanya, masalah yang sama juga dialami oleh masyarakat adat Novo Carão,” kata Hero, yang sempat mengikuti ritual saat bulan purnama bersama komunitas Masyarakat Adat di sana.

Hero menyadari, perjuangan masyarakat adat di Amazon dan Nusantara mengalir di arus yang sama, melawan ketidakadilan, menjaga tanah, dan menuntut dunia untuk mendengar mereka yang paling dekat dengan bumi.

@uli

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.