Meneladani Isra’ Mi’raj Nabi SAW

ED
Senin, 27 Januari 2025 | 02:42 WIB
Bagikan
Meneladani Isra’ Mi’raj Nabi SAW

Pentingnya Menjaga Salat

Malam Isra' Mi’raj merupakan waktu disyariatkannya salat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.

Pemantapan Level Keyakinan

Sebelum Mi’raj, Nabi Muhammad hanya mendengar informasi terkait surga, neraka, dan hal-hal ghaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung.

Ketika Mi’raj, Nabi Muhammad melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.

Menerima Pendapat Orang 

Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa umat Islam wajib menerima pendapat, ajaran, dan masukan dari seseorang dengan tidak melihat dari tua-mudanya usia, tinggi rendah pangkat/jabatannya, atau tinggi rendahnya pendidikan formal. Tetapi dengan catatan, pendapat atau masukan itu adalah kebenaran dan mengandung keteladanan.

Saat peristiwa Isra' Mi’raj, Nabi Muhammad menjadi imam salat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad.

Pembekalan Dakwah

Isra’ Mi’raj menjadi salah satu pembekalan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad dalam menempuh perjalananan dakwahnya. Sebagaimana diketahui bahwa sejak lahir, Nabi Muhammad telah banyak mendapatkan kesedihan, yang tak lain adalah pembekalan dari Allah untuk mengasah ketangguhannya.

Bahkan setelah Isra’ Mi’raj, tepatnya pascahijrah ke Madinah, hambatan dakwah Rasulullah lebih berat. Peristiwa perang badar, perang uhud, perang mu’tah, dan perang-perang lainnya adalah fakta sejarah bahwa perjuangan dakwah Nabi periode Madinah penuh tantangan dan berliku.

Teguh Memegang Prinsip

Hal itu yang diajarkan Nabi Muhammad sepulang Isra’ Mi’raj. Saat pagi setelah malam Isra' Mi’raj, Nabi mengabarkan peristiwa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar yang dinilai tidak masuk akal itu. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.