Menaker di Jenewa: Era AI Tak Boleh Tinggalkan Pekerja Indonesia
Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. /visi.news/ilo
"Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan," ujar Yassierli.
Menaker menjelaskan, peningkatan keterampilan harus dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja yang luas. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo yang diyakini mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru.
Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, serta berbagai proyek hilirisasi industri di sejumlah daerah.
Menurutnya, masa depan dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dalam menyesuaikan diri dengan perubahan.
Selain keterampilan dan kesempatan kerja, Indonesia juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan pekerja. Dalam forum tersebut, Yassierli menyampaikan instrumen ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 tentang pekerjaan di sektor penangkapan ikan sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap prinsip kerja layak.
Ratifikasi tersebut memberikan perlindungan lebih baik bagi para awak kapal perikanan yang selama ini bekerja dalam kondisi penuh risiko, mulai dari aspek keselamatan kerja, kesehatan, hingga hak-hak dasar pekerja.
Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. Menurut Yassierli, perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja di sektor ekonomi digital menjadi bagian penting dari upaya menghadapi perubahan pola kerja di era teknologi.
Komitmen itu diperkuat melalui dialog sosial yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam penyusunan regulasi serta berbagai inisiatif terkait produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!