Menag Ungkap Keunggulan Pesantren Dibanding Pendidikan Umum, Apa Itu?
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki keunggulan khas yang tidak dimiliki lembaga pendidikan umum.
Hal ini disampaikannya dalam acara Halal Bihalal dan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Forum Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren se-Indonesia (PK-Tren) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
"Pesantren bukan sekadar tempat belajar, melainkan pusat kehidupan. Ia memiliki kekhasan yang membedakannya dari lembaga pendidikan umum," ujar Nasaruddin Umar dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (2/5/2025).
Menag menjelaskan bahwa pendidikan umum biasanya hanya mengandalkan pendekatan deduksi akal untuk memperoleh ilmu. Sementara, pesantren menekankan pentingnya dimensi ruhani, spiritual, dan pengalaman batin dalam proses pendidikan.
"Di pesantren, kita mengenal dimensi spiritual dan ilham. Dalam Islam, ada mimpi benar atau manāmāt yang berasal dari Allah SWT. Ini bukan khayalan, tapi bagian dari ilmu yang diakui dalam tradisi kenabian," ungkapnya.
Menag mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dikatakan Menag, peristiwa ini menunjukkan bagaimana ilham ilahi menjadi dasar penting dalam pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.
"Kenapa Nabi Ismail rela menyerahkan lehernya kepada sang ayah? Karena kalimat yang disampaikan Nabi Ibrahim adalah mimpi yang benar—wahyu dari Allah," jelas Menag.
Menag menambahkan bahwa pesantren membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!