Menag: Masjid di Jalur Mudik Disiapkan sebagai Pos Istirahat Pemudik

Desi Rossilawati
Rabu, 26 Maret 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Menag: Masjid di Jalur Mudik Disiapkan sebagai Pos Istirahat Pemudik
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid-masjid yang berada di jalur mudik harus dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik. Untuk itu, Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur pemanfaatan masjid dan musala sebagai posko peristirahatan. “Masjid dan musala ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai posko istirahat yang menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik,” ujar Nasaruddin, Rabu (26/3/2025). Ia menjelaskan bahwa jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 152 juta orang. Jika seluruh pemudik hanya mengandalkan rest area di jalan tol dan jalur utama, fasilitas yang tersedia tidak akan cukup untuk menampung mereka. Menag mengingatkan bahwa kebersihan toilet dan ketersediaan air bersih menjadi faktor utama agar para pemudik merasa nyaman saat beristirahat di masjid. Ia juga meminta pengurus masjid memastikan fasilitas lain, seperti tempat wudu dan ruang istirahat, dapat digunakan dengan baik. Selain itu, petunjuk arah ke masjid yang terletak sekitar 100 meter dari jalan raya akan dipasang di sepanjang jalur mudik. Dengan demikian, pemudik lebih mudah menemukan lokasi untuk beribadah sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan mereka. "Dengan memanfaatkan masjid dan musala sebagai titik peristirahatan, pemudik bisa berhenti untuk beristirahat, menghilangkan rasa kantuk, serta menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan," jelasnya. Lebih lanjut, Menag juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari tradisi mudik. Ia menyebut bahwa selama musim mudik, perputaran uang bisa mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Dana ini mengalir dari kota ke desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk pembangunan atau renovasi masjid, musala, pesantren, serta rumah keluarga di kampung halaman. Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga bagian dari transformasi sosial yang mempererat tali silaturahmi serta menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di masyarakat. “Selamat kepada para pemudik. Mari kita tanam amal jariah dengan membangun dan memperbaiki fasilitas di kampung halaman. Kecil bagi kita, tetapi sangat besar manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.