Memperingati Hari Ulos Nasional 2021; Tobatenun Gelorakan Semangat “Bangga Bertenun Bangga Berbudaya”
Tidak hanya fokus untuk memperkuat eksosistem kain Ulos dan para pelakunya, Tobatenun juga berkomitmen untuk menggunakan pendekatan ramah lingkungan dalam proses produksi dan penciptaan karya. Untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menggunakan produk berkualitas yang ramah lingkungan, Tobatenun juga secara konsisten memberikan edukasi kepada pasar mengenai nilai berkelanjutan pada industri fashion.
Tobatenun mendorong perajin untuk menerapkan metode pembuatan tenun yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan. Para penenun binaan, menggunakan benang serta pewarna alami dalam pembuatan Ulos. Untuk itu Tobatenun bersama instruktur pewarnaan alam terus melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai pemanfaatan pewarna alam untuk tekstil kepada para artisan Ulos. Ini adalah bagian dari kontribusi Tobatenun untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alam.
Myra Widiono, Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia menyampaikan “Warlami merupakan organisasi yang memiliki misi untuk menggerakan upaya peningkatan kualitas zat pewarna alam dan serat alam Indonesia dengan sumber yang berkelanjutan. Dimana ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri kriya, termasuk mode. Kami terus berupaya untuk mempopulerkan pewarna alam dan serat alam untuk penguatan pasar dan produk. Untuk itu, perlu adanya sinergi antara pelaku usaha dan organisasi terkait terkait pengembangan warna alam dengan melakukan edukasi dan eksplorasi sumber, sehingga dapat tercipta produk ramah lingkungan yang berkesinambungan”.
Memperkenalkan Ulos ke pasar internasional, Tobatenun juga akan berpartisipasi dalam Tenun Fashion Week yang akan diselenggarakan secara virtual pada 15-17 Oktober 2021. Pagelaran ini akan menampilkan 45 komunitas tenun yang berpartisipasi dari Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dalam Tenun Fashion Week, Tobatenun akan membawa dua lini produknya yaitu Tobatenun dan Boru. Menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman. Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear “Sindar” yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!