Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Melihat Ekosistem Kopi Berkelanjutan Tumbuh di Lereng Gunung Salak Sukabumi

Desi Rossilawati
Selasa, 17 Maret 2026 | 03:30 WIB
Bagikan
Melihat Ekosistem Kopi Berkelanjutan Tumbuh di Lereng Gunung Salak Sukabumi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Inisiatif pengembangan kopi berbasis keberlanjutan tumbuh di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, melalui penguatan petani dan praktik agroforestri di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Inisiatif tersebut dikembangkan oleh Absolute Coffee bersama komunitas petani di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Pendiri Absolute Coffee Muhamad Kosar mengatakan pengembangan usaha kopi tersebut tidak semata berorientasi pada bisnis, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem yang menempatkan petani sebagai bagian utama dalam rantai nilai kopi.

“Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari sistem ekologi yang lebih luas,” ujar Kosar.

Menurut dia, praktik budidaya kopi di kawasan tersebut dikembangkan melalui pendekatan agroforestri yang menjaga keseimbangan antara produksi kopi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan petani.

Dalam praktiknya, Absolute Coffee mendampingi tujuh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan 13 Kelompok Tani (Poktan) untuk meningkatkan kualitas budidaya kopi, mulai dari pemilihan bibit, pengelolaan kebun, hingga teknik panen selektif yang hanya memetik buah kopi merah matang.

Selain itu, petani juga didorong memperbaiki proses pascapanen melalui teknik fermentasi dan pengeringan yang lebih baik agar kualitas biji kopi meningkat.

Kosar mengatakan pengembangan ekosistem kopi tersebut juga didukung oleh Star Energy Geothermal yang beroperasi di kawasan Gunung Salak.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.