Medan Terpencil Hambat Evakuasi, Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 40 Orang
ED
Editor
M Purnama Alam
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:11 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG — Tragedi tabrakan dua kereta cepat di selatan Spanyol menewaskan sedikitnya 40 orang dan meninggalkan luka mendalam bagi ratusan penumpang yang selamat. Kecelakaan maut ini terjadi pada Minggu malam di wilayah terpencil dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, saat satu kereta anjlok lalu bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari arah berlawanan.
Selain menimbulkan korban jiwa, lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau memperparah situasi penyelamatan. Daerah perbukitan yang hanya memiliki satu jalur akses membuat ambulans dan kendaraan berat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi. Direktur Nasional Darurat Palang Merah Spanyol, Iñigo Vila, mengatakan tantangan geografis menjadi kendala serius sejak menit-menit awal kejadian.
“Lokasi tabrakan berada di daerah berbukit dan terpencil. Akses yang sangat terbatas membuat proses evakuasi korban menjadi jauh lebih sulit,” ujar Vila.
Di tengah keterbatasan tersebut, petugas penyelamat dan warga sekitar berusaha menolong korban yang terjebak di dalam gerbong yang ringsek. Presiden Wilayah Andalusia, Juan Manuel Moreno, menyatakan sejumlah korban diduga masih tertimbun reruntuhan kereta ketika tim darurat tiba di lokasi.
“Kami menghadapi kesulitan besar untuk membawa alat berat ke lokasi. Ada korban yang berada di bawah rangkaian kereta dan membutuhkan penanganan ekstra,” katanya.
Kesaksian para penyintas menggambarkan kepanikan dan horor yang terjadi sesaat setelah tabrakan. Ana Garcia Aranda (26), salah satu penumpang yang selamat, menceritakan detik-detik ketika kereta keluar jalur.
“Kereta miring ke satu sisi, lalu semuanya gelap. Yang terdengar hanya teriakan,” tuturnya saat dirawat di pusat Palang Merah di Adamuz.
Sementara itu, Paqui, warga setempat yang turut membantu proses penyelamatan, mengaku trauma setelah menyaksikan kondisi di dalam gerbong.
“Suami saya menemukan seorang anak sudah meninggal dan anak lain menangis memanggil ibunya. Tidak ada yang siap menghadapi pemandangan seperti itu,” katanya.
Pihak berwenang kini memfokuskan penyelidikan pada kemungkinan gangguan teknis pada jalur rel. Kepala Komisi Investigasi Kecelakaan Kereta Spanyol (CIAF), Ignacio Barron, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi.
“Dalam setiap anjlokan, yang selalu berperan adalah interaksi antara rel dan kereta. Itulah yang sedang kami teliti sekarang,” ujarnya.
Presiden operator kereta Renfe, Álvaro Fernández Heredia, menyebut kecelakaan terjadi dalam kondisi yang tidak biasa dan hampir menyingkirkan faktor kesalahan manusia.
“Masih terlalu dini menyebut penyebabnya, tetapi kejadian ini berlangsung dalam kondisi yang aneh dan kesalahan manusia hampir bisa dikesampingkan,” katanya.
Pemerintah Spanyol merespons tragedi ini dengan membatalkan agenda internasional Perdana Menteri Pedro Sánchez dan membuka pos identifikasi korban di Córdoba untuk pengambilan sampel DNA. Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol sejak 2013 dan tercatat sebagai salah satu yang terburuk di Eropa dalam 80 tahun terakhir. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!