Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk Hambat Evakuasi, Korban Kedua ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Gunung Bulusaruang
“Personel kami bergerak di tengah angin kencang, kabut tebal, serta hujan dengan visibilitas sangat terbatas,” kata Donny, Senin (19/1/2026).
Menurut Donny, sejak operasi dimulai, kecepatan angin di lokasi pencarian mencapai 20 hingga 22 knot dengan jarak pandang hanya sekitar lima meter. Kabut mulai turun sejak pukul 08.30 WITA dan hujan mengguyur kawasan pencarian hingga sore hari. Meski begitu, personel dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad tetap melakukan penyisiran dengan dukungan berbagai teknologi.
“Kami mengerahkan drone, Night Vision Goggle (NVG), GPS, sistem komunikasi Starlink, radio taktis, kendaraan taktis, motor trail, hingga perlengkapan khusus seperti alat mountaineering,” jelas Donny.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pada pukul 08.37 WITA tim menemukan dua bagian utama pesawat di sekitar lokasi jatuh. Koordinasi cepat segera dilakukan melalui sistem komunikasi Starlink untuk mempercepat pelaporan dan penentuan langkah lanjutan. Pencarian kemudian dilanjutkan hingga malam hari dan pada pukul 19.04 WITA tim kembali menemukan mesin pesawat, sejumlah serpihan penting, serta Emergency Locator Transmitter (ELT) milik pesawat.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 hilang kontak saat melintas di wilayah Pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat jatuh setelah menabrak gunung sehingga badan pesawat hancur berkeping-keping.
Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Pesan Presiden disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta.
“Tentunya, kita menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita yang mendalam. Karena sekali lagi terjadi sebuah musibah,” ujar Prasetyo, Senin (19/1/2026).
Prasetyo menambahkan, Presiden langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan pencarian sejak pesawat dinyatakan hilang kontak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!