Mayat Mr. X Ditemukan di Kaki Gunung Gede di Sukabumi
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) ditemukan di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), di wilayah Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk, bahkan bagian wajahnya telah menjadi tengkorak.
Ketua RT 02 Kampung Lembur Pasir, Desa Ginanjar, Judin, mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anak yang sedang memancing di aliran sungai di kawasan hutan pada Sabtu (26/6/2026), sekitar pukul 11. 00 WIB
Saat memancing mereka mendengar suara seperti orang berdehem. Ketika menoleh ke arah suara, mereka justru melihat sesosok mayat yang tergeletak sekitar tiga meter dari sungai.
"Anak-anak lagi mancing begitu ya, lagi asyik-asyiknya, pas ada yang berdehem, pas dilihat ternyata mayat gitu. Makanya langsung kabur," katanya.
Karena ketakutan, kedua anak itu langsung berlari meninggalkan lokasi dan menceritakan temuannya kepada orang tua mereka serta kepada Judin pada Sabtu malam.
Judin mengaku tidak langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian. Ia memilih memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang disampaikan kedua anak tersebut, karena khawatir yang mereka lihat bukan jasad manusia, melainkan bangkai hewan.
Keesokan harinya, Minggu, Judin meminta keponakannya untuk memastikan laporan tersebut, sementara dirinya sedang menjenguk kerabat yang sakit di wilayah Palabuhanratu. Setelah mengecek lokasi, keponakannya membenarkan bahwa yang ditemukan memang sesosok mayat manusia.
Pada Senin pagi, Judin kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa, pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas Puskesmas untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
Lokasi penemuan mayat berada cukup jauh dari permukiman warga. Untuk mencapainya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar dua jam. Rombongan berangkat dari permukiman sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB.
Menurutnya, berdasarkan keterangan keponakannya, saat dicek pada Minggu kondisi mayat masih dalam keadaan perut membengkak. Namun ketika didatangi bersama petugas pada Senin, perut jenazah sudah mengempis, tubuhnya dipenuhi belatung, dan bagian wajah telah menjadi tengkorak.
Selain itu, posisi mayat juga diduga bergeser akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hutan pada Minggu malam.
"Saat dilihat oleh keponakan hari Minggu, perutnya kembung, tapi di hari Senin, perutnya sudah kempes, banyak belatung. Posisi kakinya berubah, bergeser. Dari jarak 10 meter, baunya sudah tercium," ujarnya.
Mayat ditemukan mengenakan kaos abu-abu tanpa celana. Judin juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan korban, namun tidak menemukan apa pun.
Berdasarkan hasil musyawarah bersama, jenazah akhirnya dimakamkan tidak jauh dari lokasi penemuan. Sebelum dimakamkan, petugas Puskesmas mengambil sampel gigi dan rambut untuk kepentingan identifikasi.
Judin mengungkapkan, sekitar satu bulan sebelum penemuan mayat, warga sempat melihat seorang pria tak dikenal mondar-mandir di sekitar kampung. Terakhir kali, pria tersebut terlihat berada di sebuah saung milik warga sebelum akhirnya menghilang.
"Warga lapor ke saya, 'Pak RT ada yang mondar-mandir terus, coba periksa di saung.' Ketika saya hendak memeriksa, orangnya sudah tidak ada. Kemungkinan pergi ke gunung. Itu sekitar sebulan yang lalu," ujar Judin.
Ia menduga pria yang sempat dilihat warga tersebut merupakan sosok yang kemudian ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!