Maxim Hadirkan Car EV di Jabodetabek, Dorong Transportasi Hijau

ED
PN
Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:23 WIB
Bagikan
Maxim Hadirkan Car EV di Jabodetabek, Dorong Transportasi Hijau

VISI.NEWS – Platform transportasi online Maxim resmi meluncurkan layanan Car EV di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kehadiran layanan kendaraan listrik ini menjadi langkah baru Maxim untuk menjawab meningkatnya permintaan terhadap transportasi berbasis kendaraan listrik sekaligus mendukung upaya mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan.

Layanan Car EV hadir di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Maxim melihat perubahan preferensi masyarakat sebagai peluang untuk menghadirkan pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan melalui platform digitalnya.

Saat ini, lebih dari 4.000 mobil listrik telah terdaftar dalam sistem Maxim di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian kendaraan tersebut sudah beroperasi di kawasan Jabodetabek, sementara sisanya akan dikerahkan secara bertahap seiring dengan perluasan layanan Car EV ke kota-kota lainnya.

Peluncuran di Jabodetabek dipilih sebagai tahap awal karena kawasan tersebut memiliki karakteristik lalu lintas yang kompleks. Kepadatan kendaraan, kemacetan, suhu udara yang tinggi, serta mobilitas masyarakat yang sangat dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan listrik.

Dengan menjadikan Jabodetabek sebagai area pengujian awal, Maxim dapat mengumpulkan data operasional sekaligus mengukur keandalan layanan dalam kondisi penggunaan sehari-hari yang cukup berat.

Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum layanan Car EV diperluas ke wilayah lain di Indonesia.

Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Efisien

Selain alasan lingkungan, Maxim melihat kendaraan listrik memiliki keunggulan dari sisi efisiensi operasional bagi mitra pengemudi.

Kendaraan listrik tidak menggunakan bahan bakar minyak seperti mobil konvensional. Biaya perawatan juga relatif berbeda karena kendaraan listrik tidak memerlukan sejumlah komponen yang umum ditemukan pada kendaraan bermesin pembakaran internal, seperti oli mesin, belt, maupun busi.

"Pengembangan layanan Car EV juga didorong efisiensi biaya. Kendaraan listrik membantu pengemudi menghemat biaya bahan bakar dan perawatan karena tidak memerlukan penggantian oli, belt, maupun busi," ujar Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah.

Menurutnya, pertumbuhan minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan turut menjadi faktor yang mendorong pengembangan layanan tersebut.

Semakin banyak penumpang yang memilih kendaraan listrik melalui aplikasi transportasi online, semakin besar pula peluang bagi mitra pengemudi untuk memperoleh permintaan perjalanan menggunakan kendaraan listrik.

Selain keuntungan dari sisi operasional kendaraan, mitra pengemudi Car EV juga mendapatkan skema komisi aplikasi yang lebih rendah sehingga diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih menarik.

Tarif Sedikit Lebih Tinggi

Maxim menyadari bahwa layanan kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat tarif Car EV disesuaikan sedikit lebih tinggi dibandingkan layanan mobil konvensional Maxim.

Penyesuaian tarif tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem kendaraan listrik yang masih berkembang di Indonesia.

Meski demikian, penumpang mendapatkan pengalaman berbeda ketika menggunakan kendaraan listrik. Kabin kendaraan cenderung lebih tenang karena minim suara mesin dan getaran.

Selain itu, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung selama digunakan di jalan. Keunggulan tersebut semakin terasa ketika kendaraan beroperasi di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.

Bagi Maxim, aspek tersebut menjadi bagian dari nilai tambah layanan Car EV, terutama bagi masyarakat yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dalam memilih moda transportasi.

Perjalanan Perdana Gunakan VinFast VF e34

Perjalanan perdana layanan Maxim Car EV tercatat menggunakan mobil listrik VinFast VF e34.

Kendaraan tersebut menempuh perjalanan dari kawasan pelabuhan industri di Jalan Enggano, Tanjung Priok, menuju Sotis Hotel di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rute tersebut mempertemukan dua kawasan dengan karakter berbeda, yakni kawasan industri dan pusat aktivitas bisnis serta komersial Jakarta.

Perjalanan perdana itu sekaligus menjadi gambaran bagaimana kendaraan listrik digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat di tengah kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.

Salah satu mitra pengemudi Maxim Car EV, Robi, mengaku sempat memiliki kekhawatiran ketika pertama kali menggunakan kendaraan listrik untuk melayani penumpang.

Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan daya baterai dan kemungkinan kendaraan kehabisan energi di tengah perjalanan.

Namun, pengalaman di lapangan membuat kekhawatiran tersebut berkurang.

"Awalnya saya sempat khawatir baterainya habis di jalan. Tapi ternyata ada peta lokasi charging di mobil, dan kalau lagi butuh juga bisa ngecas dari listrik rumah. Jadi sekarang saya malah nyaman pakai mobil listrik dan mengajak teman-teman sesama driver buat coba juga," ujar Robi.

Ketersediaan informasi mengenai lokasi stasiun pengisian daya menjadi salah satu faktor yang membantu pengemudi mengatur perjalanan.

Di sisi lain, kemampuan melakukan pengisian daya dari sumber listrik rumah juga memberikan alternatif bagi pengemudi dalam menjaga kesiapan kendaraan.

Infrastruktur Charging Masih Jadi Tantangan

Meski penggunaan mobil listrik terus berkembang, Maxim menilai infrastruktur pengisian daya masih menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas layanan Car EV.

Ketersediaan titik pengisian daya menjadi aspek penting bagi operasional transportasi online karena kendaraan digunakan untuk menempuh perjalanan dalam intensitas tinggi.

Berbeda dengan kendaraan konvensional yang dapat mengisi bahan bakar dalam waktu relatif singkat dan memiliki jaringan SPBU yang luas, kendaraan listrik membutuhkan perencanaan pengisian daya yang lebih matang.

Karena itu, pengoperasian awal di Jabodetabek menjadi penting bagi Maxim untuk mempelajari pola penggunaan baterai, kebutuhan pengisian daya, jarak perjalanan, hingga perilaku kendaraan ketika menghadapi kemacetan.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan Car EV di kota-kota lain.

Car EV Akan Diperluas

Maxim menegaskan, jumlah kendaraan listrik yang saat ini telah masuk dalam sistem masih merupakan tahap awal dari pengembangan layanan.

Lebih dari 4.000 mobil listrik telah terdaftar dalam sistem Maxim di seluruh Indonesia dan jumlah tersebut terus bertambah.

Sebagian kendaraan sudah beroperasi di Jabodetabek, sedangkan kendaraan lainnya akan dikerahkan secara bertahap mengikuti kesiapan layanan dan wilayah operasional.

Hingga akhir tahun, Maxim berencana meningkatkan jumlah kendaraan listrik sekaligus memperluas layanan Car EV ke wilayah lain.

Namun, ekspansi tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah perusahaan memperoleh data operasional yang memadai dari tahap awal di Jabodetabek.

Dengan pendekatan tersebut, Maxim tidak sekadar menambah jumlah kendaraan listrik, tetapi juga berupaya memastikan ekosistem layanan siap mendukung pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik dalam jangka panjang.

Dua Pilihan Layanan

Saat ini, Car EV tersedia dalam dua pilihan layanan, yakni Regular dan Premium.

Kehadiran dua pilihan tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik sesuai kebutuhan perjalanan.

Maxim berharap layanan Car EV dapat menjadi bagian dari perubahan pola transportasi perkotaan di Indonesia. Kendaraan listrik tidak lagi hanya dipandang sebagai kendaraan pribadi, tetapi mulai digunakan sebagai bagian dari sistem transportasi publik berbasis aplikasi.

Bagi penumpang, kehadiran Car EV menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih senyap dan minim getaran. Bagi pengemudi, kendaraan listrik menawarkan peluang efisiensi biaya operasional sekaligus membuka akses terhadap permintaan penumpang yang semakin memperhatikan aspek lingkungan.

Sementara bagi kota-kota besar seperti Jabodetabek, bertambahnya penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi berpotensi membantu mengurangi emisi langsung kendaraan di jalan.

Peluncuran Car EV Maxim akhirnya bukan sekadar penambahan pilihan layanan di aplikasi. Langkah ini menjadi bagian dari proses panjang menuju ekosistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Jabodetabek kini menjadi panggung awal bagi Maxim untuk menguji layanan tersebut dalam kondisi lalu lintas paling dinamis di Indonesia. Jika operasional berjalan sesuai harapan, pengalaman dari kawasan ini akan menjadi pijakan bagi ekspansi Car EV ke berbagai kota lainnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.