Maudy Ayunda Dikritik Usai Minta Maaf Soal Konten Tips Mindfulness
Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda./visi.news/Instagram maudyayunda
VISI.NEWS - Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda kembali mendapat kritik dari netizen setelah menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi terkait konten tips mindfulness dalam menghadapi berbagai berita buruk.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Maudy setelah mendengar sejumlah kritik terhadap video yang dibuatnya. Ia mengakui belum cukup merefleksikan perspektif mengenai privilege dalam konten tersebut.
"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya," tulis Maudy.
"Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," sambungnya.
Maudy menjelaskan, video tersebut dibuat berdasarkan sudut pandang dan keresahan pribadinya sebagai seseorang yang mengaku overthinker ketika menghadapi berbagai kabar buruk yang terus berdatangan.
"Waktu membuat video ini, aku sebenarnya sedang berbagi refleksi tentang suatu struggle pribadi: bagaimana tetap peduli dan mengikuti apa yang terjadi, sambil menjaga diri supaya kita tetap bisa hadir dan engage dengan lebih berarti," tulisnya.
Ia menyadari berbagai kejadian yang datang secara bergantian, mulai dari gempa, karhutla, hingga kebijakan yang tidak tepat sasaran, telah berdampak kepada banyak orang yang membutuhkan bantuan.
Namun, Maudy menegaskan bahwa keputusannya membagikan video mengenai mindfulness bukan berarti mengajak orang untuk tidak peduli atau menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi.
"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja," tulis Maudy.
"Malah, mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak," imbuhnya.
Maudy kemudian mengakhiri permintaan maaf dan klarifikasinya dengan menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan perspektif lain terhadap konten tersebut.
"Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam," tulis Maudy.
"Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. I’m listening and learning," lanjutnya.
Netizen Kembali Mengkritik
Klarifikasi dan permintaan maaf Maudy tersebut tetap mendapat respons dari netizen. Sejumlah netizen menilai penjelasan tersebut belum menjawab persoalan yang mereka soroti dan menganggap Maudy masih tone deaf.
"See how it definitely came out as extremely tone deaf? You graduated from Stanford (do remember that we all paid for it) it shouldn’t be that hard for you to comprehend," tulis netizen.
"True. Ironic kak, she never been in the same shoes," tulis yang lain.
"You say that because you’ve never been in their shoes, Maudy. Coba klo ini juga terjadi di kamu, pasti km ngerasain apa yang mereka rasain, pasti km juga akan bersuara dan gak buat video "mindfulness" gini. This isn’t bad news, it’s reality. That’s why, instead of just being mindful, we should speak up and do something to change it. Tone deaf abis," tulis yang lain.
"Aduh, bikin klarifikasi pun tetep self defense," tulis lainnya.
"Karena dia tone deaf dan enggak punya empati," tambah yang lain.
Awal Kritik terhadap Konten Maudy
Kritik terhadap Maudy awalnya muncul setelah konten yang diunggahnya di YouTube. Perbincangan kemudian meluas setelah konten tersebut turut diunggah di berbagai platform media sosial, termasuk Threads dan X.
Dalam video yang dibagikan pada 21 Agustus 2026, Maudy membagikan tips menghadapi berbagai kabar buruk yang terus berdatangan.
"Aku, tuh, berasa kayak, ya, sudah beberapa bulan ini. Malah mungkin sudah setahun terakhir ini, ya, kita tuh kayak dibombardir dengan banyaknya bad news, internationally tapi juga mungkin specifically locally where we're at di Indonesia," kata Maudy.
"Aku ngerasa kayaknya penting untuk ngomongin itu khususnya bagaimana kita melangkah, bagaimana caranya kita tetap peduli, dan juga bisa menjaga diri kita sendiri itu," lanjutnya.
Dalam video tersebut, Maudy menyampaikan pengalamannya menghadapi berbagai kabar buruk sambil mempersiapkan sarapan yang terdiri dari alpukat, telur, dan cottage cheese.
Bagian tersebut turut mendapat sorotan dari sebagian netizen karena dinilai kontras dengan kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan.
Maudy juga menceritakan kesulitannya menghadapi berbagai kabar buruk yang terus berdatangan. Kondisi tersebut disebutnya dapat memengaruhi emosinya hingga membuatnya tiba-tiba marah dan kemudian menangis.
Ia kemudian membagikan cara yang dilakukannya untuk menyaring informasi. Maudy memilih mencari informasi dari sumber yang dipercaya dan mencakup berbagai sisi.
Selain itu, ia mengatur waktu tertentu untuk membaca informasi agar tetap mengetahui perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri.
Namun, tips mindfulness dalam menghadapi berita buruk yang dibagikan Maudy tersebut justru menuai kritik dan dianggap tone deaf oleh sejumlah netizen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!