Masyarakat Terliterasi, Kemenkominfo Wujudkan Ruang Digital yang Kondusif dan Produktif di NTT
Kegiatan literasi digital yang dilakukan Kemkominfo turut mengikis selisih masyarakat yang "melek digital" di perkotaan (urban) dan pedesaan (rural). Berdasarkan survei Status Literasi Digital Indonesia 2021 yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) dengan Kemkominfo, responden di daerah perkotaan yang memiliki indeks literasi digital tinggi sebesar 52,5 persen. Sementara di pedesaan, porsi masyarakat dengan tingkat literasi digital tinggi sekitar 49,8 persen. Selisih yang tipis antara keduanya menunjukkan semakin merata perkembangan daya saing digital di Indonesia.
Seperti yang dijelaskan Fernando Watu, Kepada Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, NTT, "Masa depan yang kita ingingkan adalah perspektif dan aksi dari warga lokal. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara kampus dan kampung yang langkahnya milenial, dengan pemanfaatan teknologi yang tepat. Digitalisasi desa yang dibutuhkan lebih kepada digitalisasi produk dan potensi desa."
Salah satu aspek penting dalam digitalisasi desa yaitu peran UMKM dalam perekonomian desa. UMKM yang didukung oleh teknologi yang tepat dapat meningkatkan daya saing produk-produk pengusaha desa tersebut. "Beberapa keuntungan digitalisasi UMKM meliputi pemasaran yang semakin luas tanpa batas, kemudahan akses, komunikasi langsung dengan konsumsi, serta dapat diakses selama 24 jam. Digitalisasi UMKM menjadi sesuatu kebutuhan sekaligus menjadi salah satu solusi sarana penjualan bagi pelaku UMKM di Indonesia karena tidak ada batasan pendidikan, usia, fisik, daerah, dan lainnya," ungkap Ferdianus Rega, Penggiat UMKM, Founder Istana Sehat.
Pemerataan daya saing digital hingga pelosok nusantara didukung berbagai inisiatif pengembangan, seperti melalui akselerasi infrastruktur TIK, daya saing talenta digital, dan literasi keuangan. Antusiasme masyarakat Kabupaten Ende terlihat dari beragam kalangan yang hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Komunitas Bank Sampah; Komunitas Mobile Legend hingga sejumlah penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di akhir workshop, para peserta dihibur dengan penampilan band, stand up comedian serta berbagai doorprize menarik.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!