Masjid Jadi “Laboratorium Modernisasi”, Universitas Telkom Bentuk Jamaah Era 4.0

ED
Kamis, 1 Januari 2026 | 07:27 WIB
Bagikan
Masjid Jadi “Laboratorium Modernisasi”, Universitas Telkom Bentuk Jamaah Era 4.0

VISI.NEWS | BANDUNG Tim dosen dari Universitas Telkom (Telkom University) sukses menjalankan program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di Masjid An-Naas, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Program ini digelar selama satu semester, dari Agustus hingga Desember 2025, dengan tema "Pembinaan Masyarakat Madani" yang menekankan peradaban modern berbasis nilai religius.

Dipimpin oleh Dr. Ir. H. Lukman Abdurrahman, MIS., tim dosen berfokus membangun pola pikir masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif terhadap dinamika era Revolusi Industri 4.0. Program ini mencoba memadukan spiritualitas dengan literasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari jamaah.

Masjid An-Naas dipilih sebagai lokasi mitra karena posisinya yang strategis dan statusnya sebagai Masjid Besar Kecamatan Cibeunying Kidul. Melalui Jamaah Halaqoh An-Naas, masjid ini memiliki basis jamaah yang kuat, sehingga dianggap cocok untuk menjadi “laboratorium” transformasi pola pikir masyarakat.

Demish Gestaviana Septiko, Sekretaris DKM An-Naas, menyambut positif keterlibatan akademisi. “Kami butuh pembinaan terus-menerus agar jamaah tetap semangat dan selaras dengan perkembangan zaman. Kehadiran Universitas Telkom sangat membantu menjaga konsistensi ini,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Program Abdimas ini mengusung metode hybrid dan materi komprehensif. Materi pengajian memadukan ajaran Islam klasik, berlandaskan Al-Quran dan Hadits, dengan penyuluhan penggunaan teknologi informasi secara bijak, menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi modern.

Menurut Dr. Lukman Abdurrahman, tantangan terbesar adalah menyeimbangkan nilai religius dengan modernitas. “Keberadaan jamaah di masjid menjadi pemersatu. Di sinilah kita membangun peradaban yang religius sekaligus adaptif terhadap era digital,” ujarnya, menegaskan peran masjid sebagai laboratorium sosial.

Rujukan materi pengajian sangat kredibel, menggunakan Tafsir Ibnu Katsir dan Hadits Shahih Bukhari dengan syarah Kitab Fathul Baary. Kegiatan dilakukan setiap Ahad pukul 05.00–06.30 WIB secara hybrid: jamaah dekat hadir langsung, sedangkan yang jauh mengikuti via Zoom, dengan fasilitasi teknologi aktif dari DKM.

Program ini tidak hanya satu arah; tim Abdimas melakukan diskusi interaktif dan survei kebutuhan jamaah melalui Google Form untuk memastikan materi relevan dan berdampak nyata. Hasilnya terlihat dari terbentuknya kelompok masyarakat yang lebih sadar diri dan peduli lingkungan.

Melihat antusiasme jamaah, Dr. Lukman menegaskan komitmen keberlanjutan program. “Membangun peradaban masyarakat membutuhkan waktu dan kerja keras panjang. Insya Allah, program Abdimas ini akan terus dijalankan pada periode berikutnya,” pungkasnya, menandai langkah konkret kampus dalam menyiapkan jamaah masjid menghadapi tantangan era 4.0.

@bambang melga

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.