Masar Makkah Hadir di Atas 3,7 Juta m², Dilengkapi Kota Bawah Tanah Modern

ED
Senin, 24 November 2025 | 14:32 WIB
Bagikan
Masar Makkah Hadir di Atas 3,7 Juta m², Dilengkapi Kota Bawah Tanah Modern

VISI.NEWS | JEDDAH Ketua Komite Perintis Proyek Masar Makkah sekaligus Ketua Dewan Direksi Umm Al Qura Company for Development and Reconstruction, Sheikh Abdullah Saleh Kamel, menegaskan bahwa Masar Makkah merupakan model kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan Kota Suci Makkah.

Berbicara dalam acara budaya “Ahdiyah Al-Abdali” baru-baru ini, Sheikh Kamel menekankan peran penting sektor swasta dalam mewujudkan visi Penjaga Dua Kota Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji dan umrah.

Kamel, dikutip dari Saudi Gazette, Senin (24/11/2025), menjelaskan bahwa proyek Masar Makkah berawal pada 2006 sebagai program pengembangan kawasan kumuh di Makkah. Pada mulanya proyek ini dinamai “King Abdullah Road”, kemudian berubah menjadi “King Abdulaziz Road”, sebelum akhirnya diluncurkan kembali sebagai destinasi terpadu bernama Masar.

Proyek raksasa ini membentang di atas lahan 3,7 juta meter persegi, mencakup sembilan permukiman tidak terbangun, dan berjarak hanya sekitar 4 kilometer dari Masjidil Haram. Setelah selesai, Masar akan mampu menampung lebih dari 250.000 orang dengan fasilitas hunian, perhotelan, ritel, dan komersial dalam satu kawasan multiguna.

Sheikh Kamel mengungkapkan bahwa pembangunan di bawah permukaan Masar tidak kalah penting dibanding apa yang terlihat di atasnya. Sebuah kota bawah tanah sepenuhnya telah dibangun, lengkap dengan seluruh infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan sekitar 40.000 tempat parkir di sepanjang koridor Masar.

Rute utama kawasan ini terhubung langsung dari Stasiun Kereta Cepat Haramain menuju pelataran Masjidil Haram, melewati gedung-gedung proyek Jabal Omar, hanya dalam waktu sekitar lima menit. Konsep ini mencerminkan visi modern transportasi Makkah yang terpadu dan efisien.

Untuk menuju Masjidil Haram, Masar menyediakan empat jalur akses utama: jalur bawah tanah yang terhubung dengan proyek Metro Makkah (yang saat ini tertunda), jalur bus, jalur pejalan kaki khusus, serta jalur khusus kendaraan. Variasi pilihan ini dirancang untuk mengurangi kemacetan dan mempermudah pergerakan jamaah, penduduk, serta wisatawan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.