Masalah Perumahan di Kota Bandung Semakin Rumit Ditengah Melemahnya Daya Beli Masyarakat
VISI.NEWS | BANDUNG - Masalah perumahan di Kota Bandung semakin rumit dengan adanya kesenjangan yang kian melebar antara harga rumah dan daya beli masyarakat. Kepemilikan rumah, yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, kini menjadi aset yang sangat sulit dijangkau oleh banyak warga, terutama mereka yang berpenghasilan di bawah UMR. Sebagai contoh, Asep Faturrohman, salah seorang warga Kota Bandung, mengungkapkan keprihatinannya mengenai sulitnya memperoleh rumah dengan gaji yang terbatas.
"Bagi saya, kepemilikan rumah sendiri masih sebuah mimpi. Bagaimana mungkin dengan gaji yang hanya tiga juta sebulan bisa memperoleh rumah yang cicilannya untuk rumah sangat sederhana rata-rata di atas dua juta per bulan," ungkap Asep Faturrohman kepada VISI.NEWS, Jumat (19/9/2025). Menurut Asep, kendala terbesar yang dihadapi oleh dirinya dan banyak masyarakat lainnya adalah tingginya biaya uang muka (down payment) dan cicilan yang jauh melebihi kemampuan finansial mereka.
Asep juga meragukan efektivitas program pemerintah mengenai penyediaan rumah murah. Ia khawatir bahwa program tersebut tidak akan mudah dijangkau karena tingginya permintaan dan terbatasnya akses bagi masyarakat yang tidak memiliki koneksi ke pihak berwenang. "Kecuali kalau pemerintah sendiri ingin bersikap adil, dengan menyediakan informasi yang transparan sehingga bisa diketahui oleh masyarakat banyak. Karena tidak jarang program yang bagus dari pemerintah itu dikuasai oleh mereka yang berduit kemudian dijual lagi," tandasnya.
Pernyataan Asep ini mencerminkan keluhan yang sering diungkapkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, yang merasa kesulitan mengakses program-program perumahan yang ada. Meskipun pemerintah sudah meluncurkan berbagai program subsidi rumah, namun kenyataan di lapangan seringkali menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi bantuan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan "Imah Merenah, Hirup Tumaninah" dan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Kamis (18/9/2025). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada program tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!