Masalah Overheating dan Interkoneksi Hantui Chip AI Blackwell Nvidia

Desi Rossilawati
Kamis, 16 Januari 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Masalah Overheating dan Interkoneksi Hantui Chip AI Blackwell Nvidia
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Amazon Web Services, Google, Microsoft, dan Meta, menunda pesanan chip AI Blackwell terbaru dari Nvidia. Penundaan ini dipicu oleh keluhan overheating dan masalah konektivitas pada rak server GB200, yang menjadi komponen utama dalam pusat data berbasis AI. Rak server GB200, yang dapat memuat hingga 72 chip Blackwell, diketahui mengonsumsi daya listrik antara 120 hingga 132 kW. Tingginya konsumsi listrik tersebut menimbulkan panas berlebih yang sulit diatasi oleh sistem pendingin tradisional. Selain itu, masalah interkoneksi antara chip dalam rak juga menjadi perhatian serius. Akibat permasalahan ini, Nvidia harus meminta perubahan desain dari pemasok dan mengembangkan solusi pendinginan baru. Optimasi chip dan perubahan infrastruktur rak server juga menjadi langkah yang diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dampaknya, sejumlah perusahaan, seperti Microsoft dan mitranya OpenAI, mengurangi pesanan chip Blackwell dan beralih ke chip generasi sebelumnya, yakni Hopper. Perubahan ini memengaruhi Nvidia secara langsung, dengan saham perusahaan turun sebesar 4% setelah kabar tersebut beredar. Meskipun demikian, CEO Nvidia Jensen Huang tetap optimis. Ia menegaskan bahwa masalah overheating dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendingin berbasis air, seperti yang sudah diuji pada rak server berisi 72 chip Blackwell. Namun, tantangan ini menjadi ujian besar bagi Nvidia di tengah tingginya permintaan chip AI untuk teknologi masa depan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.