Masa Pelaporan SPT Segera Berakhir, Tetap Waspada Penipuan Mengatasnamakan DJP!

ED
Jumat, 29 Maret 2024 | 06:31 WIB
Bagikan
Masa Pelaporan SPT Segera Berakhir, Tetap Waspada Penipuan Mengatasnamakan DJP!

VISI.NEWS | BANDUNG - Periode pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak akan segera berakhir di bulan Maret ini. Tapi, apakah usaha para penjahat siber untuk mencari korban dan meraup keuntungan akan surut? Tentu tidak. Seakan tidak pernah kehabisan akal, modus penipuan yang berkaitan dengan perpajakan atau lembaganya selalu makin kreatif dari tahun ke tahun. Membedakannya dengan surat dari lembaga aslinya pun semakin sulit.

Kejahatan siber memang sudah semakin meresahkan. Pasalnya, seiring dengan teknologi yang makin canggih, kejahatan seperti ini juga sulit untuk dibedakan. Faktanya, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat selama tahun 2023, Tim Pusat Kontak Siber BSSN menerima sebanyak 1.417 aduan siber yang berasal dari berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, 86% nya adalah aduan cybercrime atau kejahatan yang dilakukan lewat internet, dan 5% lainnya termasuk ransomware, phishing, dan illegal access.

Oleh karena itu, jangan sampai niat baik kamu untuk menjadi warga negara yang baik dengan lapor SPT tepat waktu, menjadi celah penjahat siber untuk meraup keuntungan. Seperti yang baru ini terjadi, oknum penipu mengirimkan pesan berisi informasi sekaligus link atau file APK berisi bukti palsu, dimana calon korban harus segera membayarkan kekurangan atau denda pajak dengan nominal yang fantastis.

Daripada kamu mengalami hal yang serupa, lebih baik kamu ketahui dulu cara membedakan pesan yang asli dan yang penipuan. Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

  • Perhatikan domain yang mengirim email dengan teliti, sampai ke tanda baca, jumlah huruf, bahkan kapitalisasi hurufnya. Misalnya, domain asli DJP adalah @pajak.go.id. Bisa saja si penipu mengirimkan kamu email dengan domain @e-pajak.-go.id. Kalau dilihat sekilas, mirip banget kan?
  • Perhatikan format surat yang diterima, baik itu tanda baca, gaya bahasa, bahkan kerapihan suratnya. Sering kali surat dari penipu yang mengatasnamakan instansi tertentu dibuat dengan asal-asalan, sehingga format dan tata bahasanya kurang rapi.
  • Perhatikan nomor yang menghubungi kamu, dan crosscheck dengan yang asli. Misalnya kamu dihubungi via WhatsApp mengatasnamakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) cabang tertentu. Kamu bisa mengeceknya dengan pergi ke Instagram dan buka profil KPP tersebut. Di bio-nya, kamu bisa menemukan WhatsApp asli mereka. Apabila WhatsApp yang menghubungi kamu adalah nomor yang berbeda, abaikan.
  • Perhatikan instruksi yang diberikan oleh orang yang menghubungi kamu. Apabila mereka meminta kamu mengakses suatu link, atau membuka suatu attachment, jangan langsung dibuka. Apabila mereka meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, jangan dituruti. Kemungkinan besar itu adalah penipu.

Nah, ciri-ciri dan hal yang harus kita perhatikan sudah diketahui. Lalu, pencegahan apa yang bisa dilakukan? OCBC punya beberapa tips untuk kamu:

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.