Maryadi, Mengabdikan Hidup untuk Dunia Pers Nasional
Sekjen AMSI Maryadi. /ist
VISI.NEWS – Kepergian Maryadi pada Jumat (3/7/2026) meninggalkan duka mendalam bagi dunia pers nasional. Sosok yang dikenal luas sebagai jurnalis, pemimpin redaksi, sekaligus eksekutif media digital itu telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk perkembangan industri media Indonesia.
Perjalanan karier Maryadi mencerminkan transformasi media nasional dari era cetak menuju era digital. Ia tidak hanya menjadi saksi perubahan tersebut, tetapi juga turut mengambil peran penting dalam membentuk dan mengembangkannya.
Karier jurnalistik Maryadi dimulai pada 1999 ketika bergabung dengan Harian Suaka di Pontianak, Kalimantan Barat. Di media lokal tersebut, ia mengasah kemampuan dasar sebagai wartawan, mulai dari peliputan hingga penulisan berita. Pengalaman awal ini menjadi fondasi yang kuat bagi perjalanan profesionalnya di industri media.
Setahun kemudian, Maryadi mendapat kesempatan menjadi stringer atau kontributor untuk Associated Press (AP) pada periode 2000 hingga 2006. Pengalaman bekerja dengan kantor berita internasional tersebut memperluas perspektif jurnalistiknya sekaligus memperkuat kemampuannya dalam menjalankan standar peliputan yang profesional dan berorientasi pada akurasi.
Pada periode yang sama, Maryadi mulai memasuki dunia media digital yang saat itu masih berada dalam fase pertumbuhan awal di Indonesia. Ia bergabung dengan detik.com sebagai editor dan project leader. Selama sekitar delapan tahun, hingga 2008, Maryadi ikut berkontribusi dalam pengembangan salah satu media digital terbesar di Indonesia tersebut.
Pengalamannya di detik.com menjadi titik penting yang memperkenalkannya secara mendalam pada dinamika media daring, mulai dari pengelolaan ruang redaksi, pengembangan konten digital, hingga inovasi produk berita yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pembaca.
Karier Maryadi kemudian berlanjut di VIVA Network pada 2008. Di perusahaan media tersebut, ia mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade. Berbagai posisi strategis dijalaninya hingga akhirnya dipercaya memimpin redaksi sebagai Pemimpin Redaksi jaringan media tersebut.
Masa pengabdian yang panjang di VIVA Network semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu figur penting dalam industri media digital Indonesia. Ia dikenal memiliki pemahaman yang kuat terhadap proses editorial, strategi pengembangan media, serta tantangan yang dihadapi perusahaan media di era digital.
Sebagai pemimpin redaksi, Maryadi tidak hanya bertanggung jawab terhadap kualitas jurnalistik, tetapi juga mengawal transformasi media di tengah perubahan perilaku audiens dan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung di bidang editorial, Maryadi memperluas kiprahnya ke sisi bisnis media. Langkah ini menunjukkan kemampuannya melihat industri media secara menyeluruh, tidak hanya dari perspektif jurnalistik tetapi juga dari aspek keberlanjutan usaha.
Ia kemudian bergabung dengan Katadata Media Network sebagai direktur. Setelah itu, Maryadi melanjutkan kariernya di Nusantara TV dan Kabar Bursa, sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Direktur Bisnis Tutur Media Digital, jabatan terakhir yang diembannya hingga akhir hayat.
Pengalaman lintas bidang tersebut menjadikan Maryadi sebagai salah satu figur yang relatif lengkap di industri media. Ia pernah merasakan hampir seluruh jenjang profesi, mulai dari reporter lapangan, editor, pengelola redaksi, pemimpin redaksi, hingga eksekutif bisnis media.
Di luar aktivitas profesionalnya, Maryadi juga memberikan kontribusi besar bagi penguatan organisasi media nasional melalui Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Ia dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum AMSI selama dua periode, yakni 2017–2023, sebelum kemudian terpilih sebagai Sekretaris Jenderal AMSI.
Dalam berbagai posisi tersebut, Maryadi berperan aktif memperkuat kelembagaan organisasi, membangun tata kelola yang baik, serta mendorong terciptanya ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Rekan-rekan sejawat mengenang Maryadi sebagai sosok yang mampu menjembatani kepentingan ruang redaksi dan kebutuhan bisnis media. Kemampuannya memahami kedua sisi tersebut membuatnya menjadi salah satu figur yang disegani di kalangan pelaku industri media digital.
Dedikasi dan perjalanan kariernya menunjukkan bahwa Maryadi bukan sekadar jurnalis atau eksekutif media. Ia adalah bagian dari generasi yang ikut membangun fondasi media digital Indonesia, sekaligus memperjuangkan keberlangsungan industri pers di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
Kepergian Maryadi memang meninggalkan kehilangan besar bagi dunia media nasional. Namun, jejak pengabdian, pemikiran, dan kontribusinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan perkembangan jurnalisme dan media digital Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!