Makna Spiritual di Balik Lempar Jumrah, Ini Tata Cara dan Doanya
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Melontar jumrah merupakan salah satu rangkaian ibadah yang wajib dilakukan oleh jemaah haji antara tanggal 10 hingga 13 Zulhijah.
Ritual ini tak sekadar pelemparan batu ke tiang, melainkan sarat makna spiritual sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan dan pembuktian keteguhan iman kepada Allah SWT.
Dikutip dari berbagai referensi fiqih haji, seperti 'Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah' karya Agus Arifin, kegiatan ini mengajarkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keimanan dan konsistensi dalam menjauhi bujuk rayu setan.
Ritual ini juga menjadi pengingat sejarah keimanan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Ismail AS dalam menghadapi godaan dan menjalankan perintah Ilahi.
Dalam praktiknya, terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan:
- Gunakan kerikil yang tepat: Ukurannya setara dengan ruas jari kelingking.
- Kerikil harus baru: Menurut mazhab Hambali dan Maliki, batu yang dipakai harus belum pernah digunakan.
- Satu batu satu lemparan: Tidak boleh melempar beberapa batu sekaligus.
- Tanpa alat bantu: Pelemparan dilakukan langsung dengan tangan.
- Dibarengi takbir: Setiap lemparan disertai bacaan takbir sebagai bentuk dzikir.
- Urutan lemparan harus benar: Mengikuti tata cara sesuai syariat Islam.
Doa Saat dan Setelah Melempar Jumrah
Selama melempar, jemaah dianjurkan membaca takbir, seperti:اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا
Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar kabiira Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya." Selain itu, ada juga doa-doa tambahan seperti:اللّهُمَّ اجْعَلْ حَجَى مَبْرُورًا
Latin: Allahummaj'al hajjī hajjān mabruura Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hajiku ini sebagai haji yang mabrur." Dan bacaan yang lebih panjang:رَغْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَحِزْبِهِ، اللّهُمَّ اجْعَلْ حَجَى مَبْرُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبِي مَغْفُوْرًا، اَللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكِتَابِكَ، وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!