Makan Sehat, Tak Hanya Soal Hitung Kalori
Jaqualine menambahkan, jika bahan pangan tambahan tersebut dalam pengawasan BPOM, sebenarnya masih aman. Tapi, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dampaknya akan kurang baik bagi kesehatan kita.
Beragam: tak terpaku pada nasi
Tahukah Anda, bahwa di Indonesia terdapat 77 sumber karbohidrat dan 389 buah lokal? Banyak, ya! Artinya, selain nasi, kita punya 76 pilihan lain untuk dijadikan sumber energi.
Menurut Jaqualine, kita bisa menciptakan demand atas satu komoditas yang jarang dikonsumsi. Jika biasanya menyantap nasi, kita bisa mengganti dengan ubi dua atau tiga kali seminggu, dan dilakukan secara konsisten. “Nanti trend-nya akan terlihat bahwa orang cenderung mencari sumber karbohidrat atau jenis sayuran lain. Dengan begitu, supply akan mengikuti. Petani akan menanam bahan pangan yang bervariasi. Kalau tidak ada demand, petani tidak mau menanam suatu bahan pangan, karena berisiko tidak laku,” kata Jaqualine, yang mendorong agroforestry.
Dari sudut pandang nutrisi, Dion menyebutkan, tidak ada satu sumber makanan pun yang gizinya lengkap. Karena itu, keragaman pangan menjadi penting. Jadi, dari berbagai jenis bahan pangan, kita bisa mendapatkan gizi yang maksimal. “Di samping itu, petani perlu disemangati untuk menanam jenis bahan pangan lain. Kalau petani hanya mau menanam padi karena demand-nya tinggi, ketika tanaman padi diserang hama, persediaan beras jadi anjlok,” kata Dion.
Jaqualine menambahkan, dari sebuah jurnal terdapat hasil riset yang menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak buah dan sayur bervariasi memiliki banyak mikroba baik di ususnya. Hal ini menandakan bahwa ususnya sehat dan mampu mencerna dengan baik. Dengan begitu, risiko penyakit kronis pun rendah.
Sadar: kunci untuk makan sehat
Sadar, sih, bahwa gorengan itu tidak bagus bagi kesehatan. Tapi, kadang ingin banget jajan gorengan. Dilematis sekali.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!