Mahasiswa Perlu Waspada Hepatitis A, Kebersihan Jadi Kunci
Upaya meningkatkan kesadaran terhadap hepatitis A juga dilakukan melalui edukasi dan vaksinasi. Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026 dengan tema global “Let’s Break It Down”, Etana menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan vaksinasi hepatitis A di sejumlah institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit.
Hingga pelaksanaan kegiatan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), tercatat sebanyak 570 peserta telah menerima vaksinasi. Rangkaian kegiatan tersebut masih berlanjut setelah pelaksanaan agenda di FK-KMK UGM.
Di FK-KMK UGM, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar sekaligus vaksinasi. Sebanyak 375 dosis vaksin diberikan kepada sivitas akademika yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi tempat strategis untuk memperluas edukasi mengenai pencegahan hepatitis. Kampus memiliki akses langsung terhadap kelompok usia produktif yang memiliki tingkat mobilitas dan aktivitas sosial cukup tinggi.
Director Anti-Infectious and Vaccine Business Unit Etana, Indra Lamora, mengatakan perlindungan terhadap hepatitis A membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, edukasi dan vaksinasi perlu dilakukan secara bersama-sama agar jangkauan perlindungan masyarakat semakin luas.
“Kebutuhan perlindungan terhadap hepatitis A memang nyata, dan kami percaya edukasi serta vaksinasi tidak bisa dikerjakan sendirian,” ujar Indra.
Ia mengatakan Etana terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas olahraga, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap vaksin sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan penyakit.
Menurut Indra, upaya memperkuat perlindungan terhadap hepatitis juga menjadi bagian dari pembangunan ketahanan kesehatan masyarakat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami risiko, sedangkan vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah perlindungan bagi kelompok yang sesuai dengan rekomendasi medis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!