Magang Nasional Ditutup, Sertifikat dan Uang Saku Dipertaruhkan!
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Kemenaker RI, Darmawansyah. /visi.news/ist
Sementara itu, Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kewajiban yang harus diselesaikan peserta. Di antaranya adalah melakukan presensi terakhir, menyusun laporan bulanan, serta mengisi kuesioner. Ketiga hal ini menjadi syarat utama pencairan uang saku.
Ia menegaskan bahwa kelengkapan administrasi akan menentukan kelancaran proses penutupan program. “Tahapan ini harus diselesaikan secara tertib agar hak peserta dapat diproses tanpa hambatan,†ujarnya.
Tidak hanya peserta, operator perusahaan juga memiliki tanggung jawab penting. Pada periode 19–22 April 2026, operator wajib menyiapkan sertifikat melalui platform MagangHub, termasuk melengkapi data peserta, logo perusahaan, hingga tanda tangan elektronik dari pihak direksi.
Selain itu, operator juga harus mengisi laporan sertifikasi kompetensi serta laporan penempatan kerja atau rekrutmen jika ada. Seluruh proses ini menjadi bagian dari dokumentasi resmi yang akan tercatat dalam sistem.
Peran mentor juga tidak kalah penting. Mereka diwajibkan menyetujui presensi dan laporan harian peserta, memberikan penilaian bulanan dan akhir, serta mengisi kuesioner evaluasi. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, mentor dapat mengajukan pencairan uang saku peserta.
Penutupan resmi Program Magang Nasional Batch I dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026. Momen ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu siklus pembinaan tenaga kerja berbasis industri yang melibatkan ribuan peserta di seluruh Indonesia.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga tengah menyiapkan program pelatihan daring dan sertifikasi kompetensi. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kesiapan peserta sebelum mengikuti uji kompetensi, sehingga peluang mereka untuk terserap di dunia kerja semakin besar.
Dengan berakhirnya program ini, peserta diharapkan tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga pengalaman nyata dan keterampilan yang relevan. Pemerintah menegaskan, keberhasilan program magang tidak diukur dari selesainya masa pelatihan, tetapi dari sejauh mana peserta mampu bertransformasi menjadi tenaga kerja yang siap bersaing.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!