Maarten Paes di Titik Balik Karier: Momentum Emas Bersama Ajax pada Paruh Kedua Musim
ED
Editor
M Purnama Alam
Rabu, 25 Februari 2026 | 18:00 WIB
VISI.NEWS|BANDUNG -Kedatangan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari 2026 menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan kariernya. Setelah berkarier di Amerika Serikat bersama FC Dallas, kiper berusia 27 tahun itu akhirnya kembali ke Eropa dan langsung bergabung dengan salah satu klub paling bersejarah di Belanda.
Kepindahan tersebut sempat memunculkan tanda tanya. Ajax sudah memiliki dua penjaga gawang berpengalaman, yakni Vitezslav Jaros yang dipinjam dari Liverpool, serta Remko Pasveer yang dikenal sarat pengalaman di kompetisi domestik.
Namun dinamika skuad berubah cepat. Ajax memutuskan melepas Pasveer ke Heracles Almelo. Tak lama berselang, Jaros mengalami cedera ACL yang membuatnya harus menepi hingga akhir musim. Situasi tersebut membuka jalan lebar bagi Paes untuk langsung menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Debutnya datang saat Ajax menjamu NEC Nijmegen di Johan Cruyff ArenA pada Minggu (22/2/2026). Dalam laga itu, Paes menunjukkan performa meyakinkan dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting. Meski pertandingan berakhir imbang 1-1, penampilan Paes menjadi salah satu sorotan utama.
Paruh kedua musim 2025/2026 kini menjadi fase krusial bagi mantan kiper FC Utrecht tersebut. Dengan minimnya opsi penjaga gawang senior di skuad, peluang tampil reguler terbuka lebar hingga akhir musim.
Momentum ini bisa menjadi titik balik dalam karier Paes. Jika mampu menjaga konsistensi dan membantu Ajax bersaing di papan atas Eredivisie, bukan tidak mungkin manajemen klub akan menjadikannya sebagai proyek jangka panjang di posisi penjaga gawang.
Angel berita berbeda: Ujian Mental dan Konsistensi di Klub Besar
Jika sebelumnya sorotan tertuju pada faktor keberuntungan akibat cedera rekan setim, kini fokus beralih pada aspek mentalitas dan kesiapan Paes menghadapi tekanan di klub sebesar Ajax. Bermain untuk tim dengan ekspektasi juara berarti setiap kesalahan akan mendapat sorotan tajam.
Ajax dikenal sebagai klub dengan tradisi kuat dan standar tinggi. Publik Amsterdam tidak hanya menuntut kemenangan, tetapi juga permainan dominan. Bagi Paes, ini bukan sekadar soal menghalau tembakan, melainkan membangun kepercayaan diri lini belakang serta menunjukkan kepemimpinan.
Kesempatan yang datang secara tiba-tiba ini bisa menjadi pijakan menuju level yang lebih tinggi, atau justru menjadi tekanan berat jika tak mampu dijawab dengan performa stabil. Paruh kedua musim ini akan menjadi penentu apakah Maarten Paes sekadar solusi darurat, atau benar-benar jawaban jangka panjang bagi Ajax.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!