Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Longsor Tambang Galian C Cirebon: Badan Geologi Ungkap Penyebab Utama

Desi Rossilawati
Sabtu, 31 Mei 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Longsor Tambang Galian C Cirebon: Badan Geologi Ungkap Penyebab Utama
VISI.NEWS | CIREBON - Badan Geologi Kementerian ESDM merilis hasil investigasi sementara terkait bencana longsor di area tambang Galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tragedi yang terjadi pada Jumat (30/5/2025) pukul 10.00 WIB itu mengakibatkan 17 korban jiwa. Kepala Badan Geologi, M. Wafid, menyebutkan sejumlah faktor yang memicu gerakan tanah tersebut. Di antaranya adalah kemiringan lereng tebing yang ekstrem, yakni lebih dari 45 derajat, metode penambangan dengan teknik undercutting yang mengganggu kestabilan lereng, serta kondisi tanah dan batuan yang sudah lapuk dan tidak stabil. "Gerakan tanah longsor diperkirakan berupa longsoran atau runtuhan bahan rombakan (batu dan tanah) yang dipicu oleh kemiringan lereng yang sangat terjal dan gangguan pada lereng akibat pemotongan lereng," ujar Wafid dalm keterangannya, Sabtu (31/5/2025). Secara geologis, lokasi berada pada batuan andesit hipersten, yang dikenal memiliki komposisi mineral hipersten, plagioklas, dan sedikit kuarsa. Daerah tersebut masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi, sebagaimana tercantum dalam peta geologi dan peta prakiraan geobencana Mei 2025. Wafid mengungkapkan, kawasan ini memang memiliki potensi besar untuk terjadi longsor, terutama saat curah hujan melebihi normal atau ada aktivitas yang mengganggu kestabilan tanah. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.