Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus

ED
PN
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:18 WIB
Bagikan
Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus

VISI.NEWSPersiapan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) terus bergulir. Selain mobilisasi massa dari sejumlah daerah, bantuan logistik mulai berdatangan untuk memenuhi kebutuhan peserta aksi yang akan berkumpul di kawasan Kompleks Parlemen Senayan.

Perwakilan pengemudi ojek online, Alfin, mengatakan bantuan dari masyarakat telah diterima sejak Senin (24/8/2026). Hingga Selasa (25/8/2026) pagi, distribusi bantuan masih berlangsung di sekitar lokasi.

Bantuan yang diterima antara lain air minum, buah-buahan, makanan ringan, makanan berat, hingga obat-obatan.

“Untuk donasi kita sudah menerima air, buah-buahan, makanan ringan, serta makanan berat beserta obat-obatan juga,” kata Alfin kepada wartawan di depan Gerbang Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut Alfin, bantuan tersebut terlebih dahulu dikumpulkan di posko penampungan sebelum didistribusikan ke sejumlah titik konsentrasi massa.

Ia menjelaskan, distribusi akan dilakukan menggunakan kendaraan bak terbuka apabila terdapat kelompok massa dari daerah yang membutuhkan pasokan logistik di lokasi tertentu.

“Untuk logistik nanti kita bisa amankan di Posko Aman namanya. Lalu kalau misalkan dari perwakilan Pati juga belum datang atau perwakilan lain belum datang, kita akan mengirim logistik tersebut menggunakan mobil bak ke daerah tertentu yang di mana ada massanya yang berkumpul di sana,” ujarnya.

Air dan Obat Jadi Prioritas

Menjelang aksi 27 Agustus, air minum dan obat-obatan menjadi kebutuhan yang diprioritaskan panitia atau kelompok pendukung massa.

Alfin mengatakan ketersediaan air penting untuk mengantisipasi peserta aksi mengalami dehidrasi, terlebih apabila massa harus berada di ruang terbuka dalam waktu cukup lama.

“Untuk menjelang aksi tanggal 27 logistik yang sangat diperlukan atau alat-alat yang dibutuhkan persiapan yaitu obat-obatan terutama, lalu air,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin peserta aksi mengalami gangguan kesehatan selama menyampaikan aspirasi.

“Kita juga enggak mau masyarakat kehabisan tenaga atau dehidrasi, makanya itu kita lebih banyak di air dan obat-obatan juga. Takutnya ada yang drop atau apa, pikiran kami juga tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat,” lanjut Alfin.

Alfin juga memastikan dirinya akan ikut dalam aksi tersebut pada 27 Agustus.

“Turut ikut serta tanggal 27,” ujarnya.

Massa Pati Sudah Berada di Senayan

Mobilisasi massa dari daerah juga telah terlihat beberapa hari sebelum jadwal aksi utama.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), misalnya, telah hadir di Kompleks Parlemen Senayan sejak Jumat (21/8/2026).

Perwakilan AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan kedatangan kelompoknya merupakan bentuk dukungan terhadap inisiator aksi dari Jakarta dan Bogor.

“Kami datang ke sini memberi dukungan kepada kawan-kawan dari Bogor, dari Jakarta, yang kemarin inisiator aksi demo 27 Agustus. Itu dari teman-teman Jakarta dan Bogor. Kami datang dari Pati untuk memberi dukungan,” kata Botok.

AMPB juga mendirikan posko khusus untuk mengakomodasi masyarakat dari daerah yang hendak menyampaikan aspirasi di Jakarta.

Kelompok tersebut membawa dua tuntutan utama, yakni percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

“Tuntutan kami itu hanya dua ya. Bapak Presiden, pemerintah, DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati Koruptor. Karena kondisi bangsa ini lagi tidak baik-baik saja,” kata Botok.

Spanduk bertuliskan “Jakarta-Pati Bersatu Sahkan RUU Perampasan Aset” juga terlihat di sekitar Kompleks Parlemen.

Bukan Hanya RUU Perampasan Aset

Rencana aksi 27 Agustus tidak hanya membawa satu isu. Sejumlah kelompok dengan latar belakang dan agenda berbeda disebut berencana berkumpul di kawasan Senayan.

Kelompok masyarakat dari Pati menjadi salah satu elemen yang paling awal terlihat melakukan persiapan. Mereka menitikberatkan tuntutan pada agenda pemberantasan korupsi.

Di sisi lain, massa asal Kabupaten Bangkalan yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) datang dengan agenda berbeda.

Kelompok tersebut berencana menggelar aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski mendukung program pemerintah, mereka juga mendorong adanya evaluasi terhadap tata kelola dan perbaikan dapur penyedia program tersebut.

Dengan demikian, konsentrasi massa pada 27 Agustus diperkirakan tidak sepenuhnya membawa tuntutan yang seragam. Masing-masing kelompok memiliki agenda dan sudut pandang tersendiri.

Elemen Mahasiswa Ikut Bersiap

Selain kelompok masyarakat, sejumlah elemen mahasiswa dari Jakarta dan Bogor juga disebut tengah mempersiapkan kehadiran mereka.

Isu yang dibawa di antaranya berkaitan dengan transparansi serta tata kelola anggaran daerah.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut membuat aksi 27 Agustus menjadi perhatian karena berpotensi mempertemukan massa dengan agenda yang berbeda dalam satu kawasan.

Besarnya mobilisasi juga menjadi salah satu alasan persiapan logistik dilakukan sejak beberapa hari sebelum aksi.

Polemik di Media Sosial

Menjelang aksi, dinamika juga berkembang di media sosial. Sejumlah akun memperdebatkan validitas dukungan organisasi terhadap rencana demonstrasi.

Salah satu polemik muncul setelah seseorang bernama Muhammad Amri Akbar mengatasnamakan KAMMI dan menyuarakan penolakan terhadap aksi AMPB pada 27 Agustus.

Pengurus Pusat KAMMI kemudian memberikan klarifikasi dan menyatakan bahwa Amri sudah bukan bagian dari organisasi tersebut.

Dalam pernyataannya, KAMMI juga menegaskan posisi organisasi terkait penyampaian aspirasi masyarakat.

“KAMMI lahir justru karena mahasiswa menolak diam ketika rakyat membutuhkan suara. Kami tidak akan pernah berdiri di posisi yang memadamkan semangat perjuangan rakyat,” demikian pernyataan KAMMI.

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa selain persiapan di lapangan, narasi mengenai aksi juga berkembang cukup dinamis di ruang digital.

Rekening Donasi Sempat Jadi Sorotan

Persiapan massa AMPB juga sempat menghadapi persoalan terkait akses terhadap rekening donasi milik koordinator mereka, Supriyono alias Botok.

Rekening tersebut dilaporkan mengalami pembatasan akses oleh Bank Mandiri berdasarkan permintaan aparat penegak hukum. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan dukungan finansial untuk mobilisasi massa.

Meski demikian, Botok memastikan rencana rombongan dari Pati menuju Jakarta tetap berjalan. AMPB menyatakan tetap siap menyampaikan tuntutan mereka di depan Gedung DPR RI.

Pemprov DKI Imbau Aksi Tetap Tertib

Rencana berkumpulnya massa dalam jumlah besar di kawasan Senayan turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Hak tersebut merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan dijamin dalam ketentuan yang berlaku.

Namun, kebebasan menyampaikan aspirasi tersebut diiringi imbauan agar seluruh peserta menjaga ketertiban dan kondusivitas.

Pemprov DKI meminta peserta aksi menghindari perusakan fasilitas umum maupun tindakan anarkistis yang dapat mengganggu masyarakat lainnya.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kawasan Senayan merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan lalu lintas di Jakarta.

27 Agustus Jadi Titik Konsentrasi Beragam Aspirasi

Dengan semakin dekatnya jadwal aksi, persiapan di lapangan terus berlangsung. Bantuan logistik seperti air, makanan, buah-buahan, dan obat-obatan mulai dikumpulkan untuk mengantisipasi kebutuhan peserta.

Pada saat yang sama, kelompok dari berbagai daerah terus melakukan mobilisasi menuju Jakarta.

Aksi yang dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) tersebut membawa sejumlah agenda, mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor, dukungan terhadap program pemerintah, hingga isu transparansi dan tata kelola anggaran.

Sejauh mana jumlah massa yang benar-benar hadir dan bagaimana dinamika aksi berlangsung masih akan terlihat pada hari pelaksanaan.

Yang jelas, persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Posko, mobilisasi massa, hingga pasokan logistik mulai disiapkan untuk menghadapi konsentrasi massa di kawasan Senayan.

Kini perhatian tertuju pada Kamis, 27 Agustus 2026, ketika berbagai kelompok tersebut dijadwalkan menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung parlemen.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.