LLDikti XI Siap Dorong Pemerataan MBKM Mandiri di Kalimantan
Universitas Muhammadiyah Pontianak juga menjalin kerja sama dengan Universitas Granada, Universitas Malaga, dan Universitas Cordoba di Spanyol. Selain itu, mereka mempersiapkan mahasiswa melalui seleksi sejak semester 1-2 dan memberikan pelatihan bahasa sebelum dikirim ke luar negeri. Program MBKM Mandiri lainnya di Universitas Muhammadiyah Pontianak termasuk magang bersertifikat, dengan kerja sama bersama BUMN seperti PTPN dan PLN, serta perusahaan Indofood.
Namun, meski sejumlah perguruan tinggi swasta telah sukses mengimplementasikan MBKM Mandiri, Muhammad Akbar mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBKM Mandiri di Kalimantan masih belum merata. Kendala utama adalah masalah anggaran, karena banyak perguruan tinggi swasta cenderung membebankan semua biaya kepada mahasiswa. Selain itu, tidak semua wilayah di Kalimantan memiliki industri yang dapat menerima mahasiswa magang.
Akbar juga menyoroti adanya paradigma bahwa program studi dan tempat magang harus saling terkait, seperti mahasiswa teknik yang harus magang di industri pertambangan, dan mahasiswa dari program studi perkebunan atau pertanian yang magang di industri perkebunan. Industri pertambangan dan perkebunan memang banyak ditemukan di Kalimantan, tetapi hal ini menyulitkan mahasiswa dari bidang ilmu sosial dan ekonomi untuk menemukan tempat magang yang sesuai.
"Yang kita inginkan adalah mahasiswa bisa mengembangkan minat atau bakat ilmu di bidang lain, sehingga bisa mengeksplorasi lebih jauh," jelas Muhammad Akbar.
Topografi Kalimantan yang luas juga menjadi tantangan dalam pendampingan implementasi MBKM Mandiri. Gusti Gusda dari Tim Akademik Kemahasiswaan LLDikti XI menjelaskan, "Kendala yang kita hadapi berkaitan dengan pelaksanaan. Menurut hasil survei, banyak perguruan tinggi swasta yang masih kurang memahami cara mengkonversikan mata kuliah MBKM."
LLDikti XI telah melakukan sosialisasi baik secara daring maupun luring, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah agar mahasiswa dapat difasilitasi untuk menjalankan program MBKM Mandiri. LLDikti XI juga bertindak sebagai fasilitator yang mempertemukan industri, perusahaan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk menandatangani kesepakatan kerja sama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!