LIGA 1 | Usai Beri Bantuan, GNPK-RI Jatim Desak Usut Tuntas Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang
VISI.NEWS | MALANG - Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan kemanusiaan pada korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Mereka juga mendesak agar tragedi yang menewaskan 174 orang itu diusut tuntas.
Ketua GNPK-RI Jatim H. Surjono, S.H., M.H., mendesak pemerintah membentuk tim independen untuk mengusut tuntas tragedi yang sangat memilukan dalam sejarah persepakbolaan nasional itu.
"Kami untuk memberikan sanksi keras pada klub yang suporternya melakukan tindakan pelanggaran. Sanksi itu, antara lain bisa berupa degradasi ke divisi kedua," ungkapnya.
Dalam keterangannya kepada mediaandalas.com, pengacara di Kantor Advokat Surjo & Partners ini mendesak untuk dibentuk tim investigasi independen, bukan tim yang dibentuk oleh PSSI. Dalam kasus ini, menurutnya, PSSI adalah pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kerusuhan pascalaga antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan itu juga menuntut tanggung jawab penyelenggara, juga manajemen Arema FC baik secara perdata dan atau bahkan pidana.
“Secara perdata, manajemen dan penyelenggara harus memberikan kompensasi dan ganti rugi terhadap korban dan keluarga korban," tandas pria yang biasa disapa Surjo ini.
GNPK-RI Jatim pasca tragedi tersebut langsung menurunkan Tim Relawan Ambulance guna membantu tenaga medis dalam mengevakuasi para korban kerusuhan.
"Selain bantuan Tim Relawan, GNPK-RI Jawa Timur juga memberikan bantuan obat-obatan kepada para korban luka dan korban lainnya yang memerlukan penanganan medis secara emergency," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!