Lewat Food Bazaar, SMAK BPK PENABUR Singgasana Latih Kewirausahaan Siswa
Sementara itu, Jeni, salah seorang orang tua siswa, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu melatih kemandirian dan keberanian anak-anak dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata.
“Anak-anak jadi tahu bahwa ada banyak hal yang bisa mereka lakukan. Ada yang belajar memasak, ada yang jual asinan, dan semuanya itu membentuk keterampilan dasar mereka,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan sarana pembentukan karakter, identitas diri, serta arah masa depan anak. Dengan dibiasakan sejak dini, siswa memiliki bekal keterampilan hidup yang nyata.
“Kalau nanti bicara soal cita-cita, anak sudah punya dasar. Sudah ada pengalaman, sudah pernah mencoba,” tambahnya.
Jeni juga menilai bahwa program ini mendorong anak-anak untuk keluar dari zona nyaman. Tidak semua siswa terbiasa memasak atau berwirausaha di rumah, namun melalui kegiatan ini mereka dipacu untuk belajar dan berkreasi.
“Mungkin ada yang biasa masak, mungkin ada yang tidak. Tapi dengan kegiatan seperti ini, mereka jadi harus belajar. Dari situ kreativitas muncul,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai kemandirian kepada anak sejak dini, sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.
“Saya selalu bilang ke anak, nanti kalau tidak ada orang tua kamu bagaimana? Kamu harus mandiri. Keterampilan hidup seperti ini sangat penting,” tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!