Lewat Food Bazaar, SMAK BPK PENABUR Singgasana Latih Kewirausahaan Siswa
Tak hanya dituntut kreatif, para siswa juga diwajibkan menjalankan bisnis secara profesional. Setiap kelompok harus melakukan uji pasar (test market), menentukan harga jual, menyusun strategi promosi, serta membuat laporan dan pembukuan keuangan secara sistematis.
Menurut Bram, tujuan utama dari Student Innovation in Practice adalah memberikan pengalaman riil kepada siswa sebelum mereka lulus dan terjun ke masyarakat.
“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja. Mereka kami dorong untuk menjadi pionir, mampu membangun usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menilai, di tengah persaingan global yang semakin ketat, keterampilan kewirausahaan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia, tetapi mampu menciptakan peluang secara mandiri.
Program Student Innovation in Practice sendiri telah menjadi agenda tahunan SMAK BPK PENABUR Singgasana dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Hasilnya pun mulai terlihat. Sejumlah alumni diketahui masih melanjutkan usaha yang mereka rintis sejak duduk di bangku sekolah.
“Memang belum sampai skala besar, tetapi sudah banyak alumni kami yang menjadi pengusaha muda. Mereka kuliah sambil tetap mengembangkan bisnis yang dulu dirintis saat sekolah,” ungkap Bram.
Di akhir kegiatan, Bram menyampaikan pesan motivatif kepada para siswa agar pengalaman berwirausaha ini tidak berhenti sebatas kegiatan sekolah.
“Semoga pengalaman ini menumbuhkan semangat juang, kreativitas, dan kepedulian sosial. Hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk memberi kontribusi dan kebaikan bagi masyarakat luas,” pesannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!