Legislator Harap TPST di Kabupaten Bandung Jadi Role Model
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep Arofah Permana, menjelaskan, program pembangunan TPST Cicukang Oxbow ini dibiayai oleh World Bank sejak tahun 2019 namun secara efektif dilaksanakan sejak Februari tahun 2021.
Selain itu, program Improvement Of Solid Waste Management To Support Regional Area And Metropolitan Cities (ISWP) yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah ini juga telah diintegrasikan dengan Sungai Citarum.
"Untuk itu, program ini menjadi jauh lebih strategis dan perlu diperjuangkan keberhasilannya dengan pasti dan ini kita juga sudah melihat progres hasil pembangunannya sampai dengan saat ini selama tahun 2021 sampai dengan 2022.
Kami juga sedang melaksanakan konstruksi infrastruktur di 8 lokasi untuk tahap 1 yaitu Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan tahap 2 yang direncanakan terdapat di 20 lokasi TPST berikutnya," terang Asep.
Pada tahun ini, lanjut Asep, Kementerian PUPR sudah mulai mengembangkan perencanaan terpadu sistem pengelolaan persampahan di kota kawasan metro Bandung, untuk mendukung data awal pendampingan yang akan dijalankan dalam program ISWMP untuk penanganan sampah di Sungai Citarum.
"Pada kesempatan ini, kita berada di lokasi pembangunan TPST RDF Kabupaten Bandung yang merupakan bagian dari kegiatan tersebut. Yang direncanakan akan dapat mengolah sampah yang bersumber dari kegiatan domestik rumah tangga dan sampah pasar dengan kapasitas 20 ton per hari. Kondisi saat ini, mengolah sampah harus menjadi tanggung jawab kita semua sehingga kita harus bekerja sama untuk dapat memecahkan persoalan persampahan yang saat ini masih sulit diurai," pungkas Asep. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!