Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Ledia Hanifa: Penjurusan di Tingkat SMA Logis dan Wajar

Desi Rossilawati
Selasa, 15 April 2025 | 13:40 WIB
Bagikan
Ledia Hanifa: Penjurusan di Tingkat SMA Logis dan Wajar
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menilai wacana mengembalikan sistem penjurusan di SMA sebagai langkah yang masuk akal. Menurutnya, Indonesia sedang butuh banyak tenaga ahli di bidang teknologi untuk mendorong pembangunan. Namun, ada yang jadi perhatian yaitu minat siswa terhadap bidang sains dan teknologi justru terus menurun, termasuk minat menjadi guru di bidang-bidang tersebut. “Jadi ini bagian yang harus kita cermati bagaimana agar anak-anak ini memiliki pemikiran, kemauan, dan kemampuan untuk belajar katakanlah bidang Sains, Teknologi, Engineering (rekayasa), dan Matematika (STEM) untuk mereka sudah terbina dan terarah kan sejak dari SMA,” ujar Ledia, Senin (14/04/2025). Urgensi untuk mendorong perminatan terhadap bidang sains dan teknologi sejak di tingkat sekolah menengah ini menjadi hal penting, sebab hal itu sejalan dengan program Presiden Prabowo, misalnya soal Kedaulatan Pangan. Sehingga, tentu harus ada insinyur yang menguasai teknologi di bidang pangan termasuk juga di dalamnya bagaimana pengembangan produksi hasil pangan, teknologi hasil pangan, teknologi pertanian, dan seterusnya. “Aspek-aspek ini yang juga perlu diperhatikan untuk mempersiapkan siapa yang nanti akan menjalankan visi-misi presiden tersebut,” jelasnya. Namun, penjurusan ini tidak bisa berdiri sendiri. Ledia menekankan pentingnya peran guru konseling sejak SD. Tujuannya membangun kepercayaan diri dan mengenali potensi belajar anak sejak dini, sekaligus memberi gambaran soal dunia kerja dan pilihan karier. “Selain itu, guru konseling itu juga membantu siswa untuk mampu memikirkan bagaimana karirnya kedepan itu, yang sudah diberikan informasi bimbingan sejak awal. Sehingga, di SMP mereka harus sudah melihat ke depan apa saja yang dilakukan dan apa saja yang mereka inginkan,” tambah lulusan Psikologi Terapan UI ini. Ia juga mengingatkan bahwa penjurusan harus didukung sarana prasarana yang memadai dan tenaga konseling yang siap membimbing. Dengan begitu, anak-anak akan lebih mantap memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan cita-citanya. Sementara itu, dari sisi pemerintah, wacana penjurusan ini mulai menguat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut pihaknya tengah membuka diskusi publik soal kemungkinan kembali ke sistem jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA. Hal ini disampaikan saat Halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) pada 11 April 2025 lalu. Mu’ti memastikan bahwa wacana perubahan ini masih dikaji, termasuk dampak positif dan negatifnya, sambil terus menerima masukan dari masyarakat. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.