Ledakan Mematikan di Masjid Syiah Islamabad, Puluhan Tewas Saat Ibadah Jumat
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan pelaku meledakkan diri di barisan belakang jamaah. Dalam pernyataannya, ia juga menuduh adanya keterlibatan asing tanpa menyertakan bukti. Tuduhan itu langsung dibantah India. Kementerian Luar Negeri India menyebut pernyataan tersebut tidak berdasar.
“Sangat disayangkan bahwa alih-alih secara serius menangani masalah dalam tatanan sosialnya sendiri, Pakistan memilih menipu dirinya dengan menyalahkan pihak lain atas persoalan dalam negerinya,” bunyi pernyataan resmi New Delhi.
Seorang petugas polisi, Shahid Malik, yang membantu proses evakuasi korban, menggambarkan situasi di lokasi sebagai pengalaman terburuk dalam kariernya.
“Saya sudah melihat banyak tempat kejadian perkara. Tapi ini mengerikan, sangat mengerikan,” ujarnya.
Ia memperkirakan ada sekitar 600 hingga 700 orang berada di dalam kompleks masjid saat ledakan terjadi.
Serangan ini menjadi sorotan karena terjadi di Islamabad, kota yang biasanya memiliki pengamanan ketat dan relatif jarang mengalami serangan besar. Data pemantau konflik menunjukkan ini adalah bom bunuh diri paling mematikan di ibu kota Pakistan dalam lebih dari sepuluh tahun.
Komunitas Syiah di Pakistan, yang merupakan minoritas di negara berpenduduk sekitar 241 juta jiwa tersebut, memang kerap menjadi sasaran kekerasan sektarian di masa lalu. Pemerintah Pakistan juga tengah menghadapi peningkatan aktivitas militan di berbagai wilayah, terutama dekat perbatasan Afghanistan. Pemerintah Afghanistan turut mengecam serangan tersebut dan kembali membantah tuduhan bahwa wilayahnya menjadi tempat berlindung kelompok militan.
Tragedi di Islamabad terjadi dalam sepekan yang sudah diwarnai kekerasan di wilayah lain Pakistan, memperlihatkan tantangan keamanan yang semakin kompleks bagi pemerintah. Di tengah duka nasional dan ketegangan politik regional yang kembali memanas, serangan ini menjadi pengingat pahit bahwa ibu kota pun tak sepenuhnya kebal dari gelombang teror yang melanda kawasan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!