Ledakan Mematikan di Masjid Syiah Islamabad, Puluhan Tewas Saat Ibadah Jumat

ED
Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:04 WIB
Bagikan
Ledakan Mematikan di Masjid Syiah Islamabad, Puluhan Tewas Saat Ibadah Jumat

VISI.NEWS | BANDUNG - Islamabad dilanda salah satu hari paling kelam dalam lebih dari satu dekade terakhir ketika serangan bom bunuh diri menghantam sebuah masjid Syiah di pinggiran ibu kota Pakistan, Jumat (6/2). Serangan terjadi di tengah status siaga tinggi kota yang saat itu tengah bersiap menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev.

Pelaku dilaporkan menembaki area gerbang sebelum akhirnya meledakkan diri di dalam kompleks Masjid Khadija Tul Kubra Imambargah saat ibadah baru saja dimulai. Sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 160 lainnya luka-luka. Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab melalui pernyataan di media sosial mereka, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Deputi Komisioner Islamabad, Irfan Memon, mengonfirmasi jumlah korban dalam pernyataan resmi.

“Sebanyak 31 orang telah kehilangan nyawa. Jumlah korban luka yang dibawa ke rumah sakit meningkat menjadi 169 orang,” ujarnya.

Kesaksian para penyintas menggambarkan kepanikan yang terjadi hanya dalam hitungan detik. Sarfraz Shah, 46 tahun, yang datang beribadah bersama adiknya, menceritakan momen sebelum ledakan.

“Saya mendengar tembakan dan masih mencoba memahami apa yang terjadi ketika tiba-tiba ada ledakan besar,” katanya di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences.

“Orang-orang terpental ke berbagai arah. Ada asap. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Dengan suara bergetar ia menambahkan, “Saya tidak menemukan adik saya di mana pun, tapi di rumah sakit saya tahu dia termasuk yang meninggal.”

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.