Lebih Humanis, LSF Kenalkan Maskot Bioskop Sadar Sensor Mandiri
VISI.NEWS | JAKARTA - Banyak cara dilakukan untuk menarik simpati masyarakat dalam menyosialisasikan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) di bioskop. Salah satu strategi kampanye Lembaga Sensor Film (LSF) dalam hal ini adalah dengan memperkenalkan Maskot Bioskop Sadar Sensor Mandiri. “Ada maskot yang lucu sesuai dengan budaya lokal Indonesia di mana dia membawa pesan 'Tontonlah sesuai Usia'. Kita berharap penonton yang akan membeli tiket dapat mengetahui (klasifikasi usia tontonan) dengan cara yang lebih humanis dan akhirnya semua penikmat film dapat menonton film sesuai usianya,” kata Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto pada Peluncuran Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri dan Bioskop Sadar Sensor Mandiri di Djakarta Theater pada Senin (5/9), dilansir dari laman resmi Kemendikbudristek. Pada kesempatan ini, Ketua Komisi III LSF, Naswardi menjelaskan pemilihan badan bercula satu sebagai maskot pada kampanye tersebut.
Proses pemilihan badak Jawa bercula satu ini didasari hasil identifikasi dan seleksi LSF terhadap beberapa hewan langka di Indonesia. Badan bercula satu merupakan hewan endemik asli Indonesia dan dilindungi oleh Unesco.
“Di sini ada pesan moral bagi masyarakat untuk mengetahui dan melestarikan satwa tersebut,” ujarnya. Naswardi menambahkan bahwa sifat dasar hewan ini sangat cocok dengan nilai literasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat. “Hewan ini kokoh dan memiliki self-awareness yang tinggi.
Sama halnya dalam literasi yang ingin kami sampaikan. Kami ingin pesan kampanye yang kami sosialisasikan dengan cepat dapat tersampaikan kepada masyarakat. Harapannya penonton dapat mengetahui dan secara masif mematuhi klasifikasi usia tontonan,” urainya. “Sifat baiknya, hewan ini punya kepedulian yang tinggi terutama terhadap anaknya yang selalu ia lindungi di bawah tubuhnya. Dengan kata lain, hewan ini memiliki karakter baik yang melindungi kelompok rentan. Di mana dalam kampanye yang kami lakukan keterkaitannya adalah anak-anak atau generasi muda yang bersama-sama harus kita lindungi melalui orang dewasa yang lebih dulu teredukasi dengan baik untuk menonton film sesuai klasifikasi usianya,” terang Naswardi. Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, menyatakan dukungan penuh terhadap GNBSM yang diinisiasi LSF.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!