Latihan Lama di Tengah Ketegangan Baru: Pesawat NORAD AS Mendarat di Greenland
ED
Editor
M Purnama Alam
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:03 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG — Amerika Serikat bersiap mengerahkan pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) ke Pangkalan Ruang Angkasa Pituffik, Greenland, di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Arktik. Meski berlangsung saat isu akuisisi Greenland oleh Presiden AS Donald Trump kembali mengemuka, NORAD menegaskan pengerahan ini merupakan bagian dari agenda pertahanan yang telah lama direncanakan.
Dalam pernyataan resminya, NORAD menyebut kehadiran pesawat tersebut bertujuan mendukung operasi pertahanan rutin Amerika Utara dan dilakukan atas dasar kerja sama multilateral, bukan langkah sepihak Washington.
“Pesawat-pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara akan segera tiba di Pangkalan Ruang Angkasa Pituffik, Greenland, untuk mendukung berbagai kegiatan NORAD yang telah lama direncanakan,” tulis NORAD dalam pernyataan yang diunggah di platform X, Selasa (20/1/2026).
NORAD juga menekankan bahwa seluruh aktivitas militer itu telah melalui proses koordinasi diplomatik dengan pihak terkait. Menurut komando pertahanan tersebut, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah menerima pemberitahuan resmi sebelum pengerahan dilakukan.
“Kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan Kerajaan Denmark, dan semua pasukan pendukung beroperasi dengan izin diplomatik yang diperlukan. Pemerintah Greenland juga telah diberitahu,” lanjut pernyataan NORAD.
Langkah ini terjadi bersamaan dengan digelarnya latihan militer multinasional yang dipimpin Denmark di wilayah Greenland. Sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Finlandia, turut mengirimkan personel militer sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Arktik.
Di sisi lain, situasi politik memanas setelah Presiden Donald Trump kembali menyuarakan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat. Trump menyebut wilayah tersebut krusial bagi keamanan nasional AS, terutama dalam menghadapi pengaruh China dan Rusia di kawasan kutub utara.
“Sudah saatnya Denmark memberi kembali setelah bertahun-tahun mendapat dukungan Amerika Serikat,” ujar Trump dalam pernyataan terpisah.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap Denmark dan negara-negara Eropa, termasuk Inggris, jika tidak bersedia bernegosiasi soal Greenland. Ia menyebut tarif sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai 1 Februari 2026 dan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 apabila tidak tercapai kesepakatan.
Meski NORAD menepis keterkaitan langsung antara pengerahan pesawat dengan ambisi politik Trump, kehadiran kekuatan militer AS di Greenland tetap menjadi sorotan internasional, menandai semakin strategisnya kawasan Arktik dalam persaingan global. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!