Latar Belakang Buku Bedas Manunggal, Bupati Bandung Sebut Kolaborasi Pancasila, Al-Qur'an dan Budaya
Karena tekun dan ulet, Kang DS yang diusia 26 tahun sudah menjadi Ketua RT dan Kepala Desa Tegalluar, selama dua periode. Kemudian Anggota DPRD Kabupaten Bandung dua periode, dan Anggota DPRD Provinsi Jabar, namun akhirnya menjadi Bupati Bandung.
Kang DS mengungkapkan latar belakangnya sehingga ia membuat sebuah buku Bedas Manunggal.
"Latar belakang menulis buku ini, kolaborasi antara Pancasila, Al-Qur'an dan Budaya," katanya.
Dibedah secara mendalam, bahwa Al-Qur'an ini merupakan suatu pedoman umat Islam. Al-Qur'an ini merupakan mukjizat dan wahyu yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ini dalam rangka menyempurnakan akhlak.
"Begitu lahir Pancasila, saya dalami di Pancasila ini ada butir-butir Pancasila. Setelah saya kaji, secara mendalam bahwa Pancasila ini sebenarnya adalah implementasi dari isi kandungan Al-Qur'an," tuturnya.
Latar belakang lainnya, imbuh Kang DS, yaitu budaya. "Nabi Muhammad SAW diturunkan ke bumi ini dalam rangka menyempurnakan akhlak, ini kaitan dengan karakter. Ini berkaitan dengan budaya," tutur pria yang dinilai cerdas dan tegas ini.
Dalam penulisan buku itu, setelah dikolaborasikan dengan budaya Sunda, ternyata budaya Sunda ini adalah sama, implementasi dari isi kandungan Al-Qur'an.
"Saling hormat menghormati, saling tolong menolong. Silih asah, silih asuh, silih asih. Tidak ada dalam suatu kalimat pun dalam isi kandungan Al-Qur'an itu, seseorang atau umat untuk membenci," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!