Landry Shamet Bangkit dan Jadi Senjata Rahasia Knicks
Landry Shamet./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Kebangkitan Landry Shamet di playoff NBA 2026 menjadi salah satu cerita penting di balik laju impresif New York Knicks menuju Final NBA. Sempat tersingkir dari rotasi utama dan lebih banyak menghangatkan bangku cadangan, Shamet kini justru berubah menjadi faktor pembeda dalam momen paling krusial musim ini.
Pada kemenangan telak Knicks 130 93 atas Cleveland Cavaliers di Game 4 final Wilayah Timur, Shamet tampil nyaris sempurna. Ia memasukkan seluruh empat percobaan tripoin dan menyumbang 16 poin yang menjadi bagian penting dari dominasi pemain cadangan Knicks dengan keunggulan 58 24 poin.
Dalam enam pertandingan terakhir, performa Shamet melonjak drastis. Ia mencatat 17 tripoin masuk dari total 21 percobaan, angka yang menunjukkan efisiensi luar biasa di panggung playoff.
“Landry Shamet terus menunjukkan peningkatan yang signifikan di kedua sisi lapangan,” kata pelatih Mike Brown.
Perjalanan Shamet musim ini sebenarnya tidak berjalan mulus. Ia memulai playoff sebagai bagian rotasi tetap Knicks, tetapi performa yang menurun membuat posisinya digeser oleh Jose Alvarado. Situasi berubah ketika cedera hamstring yang dialami OG Anunoby membuka kembali kesempatan baginya pada Game 3 dan 4 semifinal konferensi.
Momentum itu tidak disia siakan. Shamet langsung menjawab kepercayaan dengan performa agresif dan akurat, termasuk perannya dalam comeback dramatis Knicks saat bangkit dari ketertinggalan 22 poin pada Game 1 final konferensi. Dalam laga itu, ia mencetak sejumlah tripoin penting yang membantu mengubah arah pertandingan dan sekaligus memukul mental Cavaliers.
Fenomena Shamet memperlihatkan kedalaman skuad Knicks yang kini tidak hanya bergantung pada sosok utama seperti Jalen Brunson atau Karl-Anthony Towns. Kehadiran pemain pelapis yang mampu tampil efektif membuat Knicks terlihat lebih matang dibanding musim musim sebelumnya.
Menariknya, Towns justru melihat keberhasilan Knicks musim ini sebagai hasil kerja kolektif, bukan dominasi individu semata. Meski gagal masuk tim All NBA, Towns menilai kondisi itu mencerminkan karakter tim yang lebih mementingkan kemenangan dibanding pencapaian pribadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!